Volume Kendaraan Menuju Trans-Jawa Meningkat 42 Persen di GT Cikampek Utama

Volume Kendaraan Menuju Trans-Jawa Meningkat 42 Persen di GT Cikampek Utama

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melaporkan sebanyak 38.676 unit kendaraan melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menuju arah Timur Tol Trans-Jawa pada Rabu (13/05/2026). Jumlah ini menunjukkan kenaikan sebesar 42,92 persen dibandingkan lalu lintas normal yang biasanya hanya mencapai 27.061 kendaraan.

Data tersebut mencerminkan lonjakan arus keluar Jakarta yang signifikan melalui gerbang tol utama di koridor Jakarta-Cikampek. Sebagaimana dilansir dari Kompas, trafik kendaraan dari wilayah Timur yang menuju Jakarta juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 9,03 persen dengan total 28.094 kendaraan.

Kenaikan volume arus lalu lintas terpantau masih berlangsung hingga keesokan harinya. Vice President Corporate Secretary & Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa situasi tersebut memicu diberlakukannya langkah antisipasi berupa rekayasa jalur untuk mengurai kepadatan.

"Pada Kamis, 14 Mei 2026, rekayasa lalu lintas contraflow sempat diberlakukan di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek, dimulai dari KM 55 pada pukul 08.11 WIB dan kemudian diperpanjang dari KM 47 hingga KM 65 pada pukul 09.25 WIB," kata Ria, dikutip dari keterangan resmi.

Pihak pengelola tol menegaskan bahwa penerapan skema tersebut bersifat dinamis di lapangan. Keputusan perpanjangan atau penghentian rekayasa arus sangat bergantung pada arahan dari pihak kepolisian yang terus melakukan evaluasi terhadap kepadatan jalan.

Langkah lain yang diambil untuk memastikan kelancaran transaksi di gerbang tol adalah dengan mengatur ketersediaan gardu. Manajemen JTT mengoptimalkan fasilitas gerbang tol untuk menampung lonjakan kendaraan dari kedua arah secara bergantian.

"Saat ini, konfigurasi gardu telah dinormalisasi menjadi masing-masing 15 gardu arah Palimanan dan 15 gardu arah Jakarta," kata dia.

Sebelum dilakukan normalisasi, JTT sempat mengoperasikan 17 gardu untuk melayani kendaraan ke arah Palimanan dan 13 gardu untuk arah Jakarta. Selain di Jawa Barat, peningkatan trafik juga merambat hingga ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui berbagai gerbang tol strategis di bawah kelolaan JTT Group.

Data Kenaikan Volume Kendaraan di Gerbang Tol Strategis
Lokasi Gerbang TolTujuan PerjalananJumlah KendaraanKenaikan (%)
GT KalikangkungMenuju Semarang20.40831,44%
GT BanyumanikMenuju Solo27.82837,67%
GT WarugunungMenuju Surabaya21.49012,56%
GT Kejapanan UtamaMenuju Malang25.31019,74%
GT SingosariMenuju Malang14.62422,84%

Di wilayah Jawa Tengah, GT Kalikangkung mencatat arus masuk ke Semarang sebesar 20.408 kendaraan, sementara GT Banyumanik mencatat arus menuju Solo melonjak hingga 37,67 persen. Tren serupa terjadi di Jawa Timur, di mana kendaraan menuju Malang melalui GT Singosari naik menjadi 14.624 unit kendaraan.

Artikel terkait

Rekomendasi