Pentagon Rilis Dokumen Rahasia UFO Atas Perintah Presiden Trump

Pentagon Rilis Dokumen Rahasia UFO Atas Perintah Presiden Trump

Departemen Pertahanan Amerika Serikat merilis 161 dokumen rahasia terkait benda terbang tak dikenal atau UFO pada Jumat, 8 Mei 2026, atas instruksi Presiden Donald Trump guna memberikan transparansi kepada publik. Berkas tersebut mencakup laporan saksi mata warga sipil, memo militer selama puluhan tahun, hingga transkrip komunikasi astronot dalam misi pendaratan di Bulan.

Langkah deklasifikasi ini menanggapi tingginya minat masyarakat terhadap kehidupan ekstraterestrial setelah Kongres AS mengadakan dengar pendapat pertama mengenai UFO dalam 50 tahun terakhir pada 2022. Gedung Putih bekerja sama dengan FBI, NASA, dan badan intelijen nasional untuk mempublikasikan arsip tersebut melalui situs resmi Pentagon.

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pengungkapan ini bertujuan agar masyarakat dapat menilai sendiri fenomena yang selama ini disembunyikan dalam klasifikasi rahasia. Trump menegaskan bahwa administrasi sebelumnya gagal memberikan keterbukaan mengenai subjek fenomena anomali tak teridentifikasi (UAP) ini.

"Sedangkan Pemerintahan sebelumnya gagal untuk transparan dalam hal ini, dengan Dokumen dan Video baru ini, masyarakat dapat memutuskan sendiri, "APA YANG SEBENARNYA TERJADI?" kata Trump, Presiden AS.

Politisi tersebut juga memberikan pesan singkat kepada publik saat mengumumkan perilisan data yang mencakup rekaman video militer dari wilayah Timur Tengah tersebut.

"Bersenang-senanglah dan nikmati!" tambah Trump, Presiden AS.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menjelaskan bahwa dokumen-dokumen yang selama ini tersembunyi telah memicu spekulasi yang beralasan di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya akses informasi bagi rakyat Amerika terkait laporan objek melayang dan cahaya yang berkedip.

"File-file ini, yang tersembunyi di balik klasifikasi, telah lama memicu spekulasi yang beralasan – dan sudah waktunya rakyat Amerika melihatnya sendiri," kata Pete Hegseth, Menteri Pertahanan.

Dalam arsip tersebut, astronot Buzz Aldrin memberikan kesaksian mengenai fenomena yang tidak dapat dijelaskan selama perjalanan misi Apollo 11 menuju Bulan pada tahun 1969. Ia menyebutkan adanya sumber cahaya terang yang sempat diduga sebagai laser.

"Saya mengamati apa yang tampak sebagai sumber cahaya yang cukup terang yang untuk sementara kami kaitkan dengan kemungkinan laser," kata Buzz Aldrin, Astronot.

Kesaksian serupa muncul dari kru Apollo 12, Alan Bean, yang melaporkan adanya partikel-partikel dan kilatan cahaya yang bergerak di luar angkasa. Transkrip dari misi Apollo 17 pada 1972 juga menunjukkan kekaguman astronot terhadap fenomena cahaya yang mereka lihat.

"Ini seperti tanggal Empat Juli di luar sana!" kata Jack Schmitt, Astronot.

Pilot misi Apollo 17 lainnya, Ronald Evans, melaporkan adanya fragmen-fragmen terang yang hanyut saat pesawat melakukan manuver kepada pusat kendali misi. Pentagon menyatakan belum ada konsensus mengenai sifat anomali tersebut meskipun analisis awal menunjukkan kemungkinan objek fisik.

"Beberapa partikel atau fragmen yang sangat terang atau sesuatu yang hanyut saat kami bermanuver," kata Ronald Evans, Pilot Misi Apollo 17.

Meskipun perilisan ini disambut baik oleh anggota Kongres seperti Tim Burchett dan Anna Paulina Luna, kritik muncul dari mantan anggota Kongres Marjorie Taylor Greene. Ia menilai pengungkapan UFO hanyalah pengalihan isu dari masalah inflasi dan perang dengan Iran.

"Saya benar-benar tidak peduli dengan file UFO. Saya benar-benar tidak peduli. Saya sangat muak dengan propaganda 'lihatlah benda berkilau' ini," kata Marjorie Taylor Greene, Mantan Anggota Kongres.

Analisis dari pakar UAP, Mick West, menyebutkan bahwa informasi yang dirilis tidak memberikan bukti konklusif tentang kehidupan alien. Ia berpendapat bahwa bentuk-bentuk dalam video sering kali merupakan hasil difraksi lensa kamera dari cahaya terang.

"Itu adalah bukti bahwa kita tidak dapat mengidentifikasi titik putih kecil yang berada di kejauhan," kata Mick West, Analis UAP.

Jurnalis independen Leslie Kean menambahkan bahwa meskipun keberadaan UAP telah terbukti, hal itu tidak secara otomatis membuktikan keberadaan makhluk luar angkasa. Pentagon berencana merilis lebih banyak dokumen secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.

"Saya pikir kita sudah membuktikan keberadaan UAP, tetapi itu tidak berarti kita telah membuktikan bahwa mereka adalah alien atau ekstraterestrial atau bahwa kita tahu apa mereka," kata Leslie Kean, Jurnalis Independen.

Artikel terkait

Rekomendasi