WHO Selidiki Penularan Virus Hanta Antarmanusia di Kapal MV Hondius

WHO Selidiki Penularan Virus Hanta Antarmanusia di Kapal MV Hondius

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyelidiki dugaan penularan virus hanta antarmanusia yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius pada Rabu (6/5/2026). Insiden yang menewaskan tiga penumpang tersebut memicu kekhawatiran karena virus ini biasanya menyebar melalui hewan pengerat.

Dilansir dari Detik Travel, otoritas kesehatan menduga adanya transmisi virus di antara individu yang melakukan kontak sangat dekat selama pelayaran. Meski demikian, risiko penyebaran ke masyarakat luas di luar lingkungan kapal tersebut dinilai masih berada pada level rendah.

Hingga saat ini, tercatat ada tujuh kasus yang berkaitan dengan virus tersebut, yang terdiri dari dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek. Tim medis dari Cape Verde telah menaiki kapal yang saat ini berada di lepas pantai barat Afrika untuk melakukan pemeriksaan intensif.

Pejabat WHO, Maria Van Kerkhove, memberikan keterangan mengenai temuan awal terkait pola penyebaran penyakit yang menyerang pernapasan tersebut di lingkungan kapal.

"Kami meyakini mungkin ada penularan antarmanusia yang terjadi di antara individu dengan kontak yang sangat dekat," ujar Maria Van Kerkhove, Pejabat WHO.

Analisis medis menunjukkan bahwa pasien pertama kemungkinan besar sudah terinfeksi sebelum memulai perjalanan dari Argentina. Maria Van Kerkhove juga menyoroti strain virus yang diduga menjadi penyebab utama dalam insiden ini.

"Kami meyakini mungkin ada penularan antarmanusia yang terjadi di antara individu dengan kontak yang sangat dekat," pungkas Maria Van Kerkhove, Pejabat WHO.

Pihak operator kapal, Oceanwide Expeditions, mengonfirmasi rencana evakuasi medis bagi dua awak kapal asal Belanda dan Inggris menuju Belanda menggunakan pesawat. Langkah ini diambil setelah para kru menunjukkan gejala gangguan pernapasan akut yang memerlukan penanganan khusus.

Situasi ini membawa duka mendalam bagi keluarga pasangan asal Belanda yang menjadi korban meninggal dalam tragedi pelayaran internasional tersebut.

"Perjalanan indah yang mereka jalani bersama harus terhenti secara tiba-tiba dan selamanya," tulis keluarga korban dalam pernyataan resmi.

Pihak keluarga saat ini meminta privasi sembari menunggu proses pemulangan jenazah ke negara asal mereka untuk disemayamkan.

"Kami masih tidak percaya telah kehilangan mereka. Kami berharap dapat membawa mereka pulang dan mengenangnya dengan tenang dan penuh privasi," sambung keluarga korban.

Sebanyak 149 orang dari 23 negara yang tersisa di kapal diwajibkan mematuhi protokol kesehatan ketat, termasuk penggunaan alat pelindung diri. Salah seorang penumpang memberikan gambaran mengenai kondisi terkini di atas kapal di tengah ketidakpastian medis tersebut.

"Kami berharap semua penumpang segera diuji sehingga situasinya menjadi lebih jelas," ungkap salah satu penumpang MV Hondius.

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan kesiapan untuk membantu penilaian risiko medis lanjutan jika kapal diizinkan bersandar di Kepulauan Canary. Keputusan final mengenai pelabuhan berikutnya akan ditentukan berdasarkan data epidemiologi yang dikumpulkan selama kapal berada di Tanjung Verde.

Artikel terkait

Rekomendasi