Penerbangan maskapai asal Australia, Qantas, dengan rute menuju Amerika Serikat terpaksa dialihkan akibat tindakan agresif seorang penumpang pria. Penumpang tersebut dilaporkan mengamuk hingga menggigit seorang pramugari di udara, seperti dikutip dari Detik Travel.
Insiden kekerasan ini berlangsung pada Jumat (15/5/2026) dalam penerbangan Qantas yang bertolak dari Melbourne menuju Dallas, AS. Karena kondisi di dalam kabin menjadi tidak aman, pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat di Papeete, ibu kota Polinesia Prancis.
Sebelum berhasil dilumpuhkan, pria yang bertindak liar tersebut sempat diringkus oleh sesama penumpang di sekitarnya demi menjaga keamanan seluruh isi pesawat. Namun, pelaku sempat menggigit salah satu awak kabin Qantas yang tengah bertugas sebelum akhirnya dapat ditahan.
Setelah pesawat mendarat di Papeete, petugas kepolisian setempat segera naik ke kabin untuk mengamankan pelaku. Penumpang pria tersebut langsung ditahan guna menjalani proses hukum lebih lanjut atas tindakan kasarnya.
Pihak manajemen Qantas langsung menjatuhkan sanksi disipliner yang amat keras kepada pelaku. Maskapai penerbangan tersebut menerapkan larangan terbang permanen atau no-fly ban secara seumur hidup terhadap pria tersebut.
"Keselamatan pelanggan dan kru kami adalah prioritas nomor satu. Kami menerapkan toleransi nol terhadap perilaku disruptif atau mengancam dalam penerbangan kami," kata juru bicara Qantas dalam pernyataan resminya pada Minggu (17/5), seperti dilansir The Sraits Times.