Pemerintah Desa Anrihua di Sulawesi Selatan dan Desa Puduria Jaya di Sulawesi Tenggara mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) tahun anggaran 2026 kepada puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada awal Mei 2026. Program ini bertujuan memperkuat daya beli masyarakat sekaligus menangani kemiskinan ekstrem di tingkat desa melalui alokasi dana dari APBN.
Penyaluran di Desa Anrihua, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, mencakup periode Januari hingga Maret 2026 untuk 11 KPM yang telah melewati verifikasi ketat. Sekretaris Desa Anrihua, Mufli, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen transparansi aparat desa dalam mengelola dana bantuan agar tepat sasaran.
"Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, khususnya bagi warga yang terdampak kondisi ekonomi," ujar Mufli, Sekretaris Desa Anrihua.
Mufli juga menambahkan bahwa pihak desa akan terus melakukan pengawalan pada tahap-tahap berikutnya untuk memastikan keberlanjutan manfaat program bagi warga yang membutuhkan.
"Ia menegaskan, pemerintah desa berupaya menjaga akuntabilitas dalam setiap tahapan penyaluran agar bantuan benar-benar tepat sasaran," kata Mufli, Sekretaris Desa Anrihua.
Sementara itu, di Desa Puduria Jaya, Kecamatan Buke, Konawe Selatan, BLT Dana Desa diberikan kepada sepuluh keluarga penerima manfaat di tengah efisiensi pagu anggaran tahun 2026 yang berjumlah Rp254 juta. Kepala Desa Puduria Jaya, Ani Rintanti, tetap memprioritaskan bantuan ini di samping pembangunan infrastruktur fisik seperti talut dan jalan usaha tani.
"Dengan keterbatasan anggaran yang ada, kami tetap berupaya maksimal menjalankan program pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMDes dan APBDes 2026, disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas desa," kata Ani Rintanti, Kepala Desa Puduria Jaya.
Ani menjelaskan bahwa selain BLT, dana tersebut digunakan untuk insentif kader kesehatan dan guru mengaji guna memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Termasuk juga operasional desa sebesar tiga persen serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada sepuluh keluarga penerima manfaat," ujar Ani Rintanti, Kepala Desa Puduria Jaya.
Program yang dilaksanakan tahun ini juga menjadi cerminan dari keberhasilan realisasi anggaran tahun sebelumnya yang menyasar kebutuhan dasar warga.
"Kami berharap seluruh program yang telah dan akan dilaksanakan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan perekonomian warga," ucap Ani Rintanti, Kepala Desa Puduria Jaya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Kompas.tv, terdapat perbedaan mendasar antara BLT DD dengan BLT Kesra yang dikelola Kementerian Sosial. BLT DD bersumber dari Dana Desa melalui skema Transfer ke Daerah dengan nilai maksimal Rp300.000 per bulan, sementara penerimanya ditetapkan melalui musyawarah desa dengan kriteria khusus seperti lansia tunggal atau penderita sakit kronis.