Insiden kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Jalan TB Simatupang Nomor 3, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/5/2026) pagi yang mengakibatkan Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Haerul Saleh meninggal dunia. Api diduga muncul dari sisa bahan bangunan saat korban tengah memantau proses renovasi kediamannya.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan melaporkan bahwa asap hitam mulai terlihat mengepul dari lantai tiga bangunan sekitar pukul 07.53 WIB. Sebanyak 12 unit mobil pemadam dengan 48 personel dikerahkan untuk memadamkan api yang baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 08.46 WIB.
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Asril Rizal menjelaskan bahwa dugaan awal titik api berasal dari bahan kimia yang digunakan untuk renovasi. Penjelasan ini didasarkan pada keterangan saksi di lokasi kejadian saat api mulai menjalar.
"Berdasarkan Informasi dari RT setempat, terlihat asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar," kata Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaksel, Asril Rizal.
Asril menambahkan rincian lebih lanjut mengenai bahan yang memicu kobaran api di rumah politisi yang pernah menjabat di DPR RI tersebut.
"Diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah," kata Asril.
Petugas langsung mengevakuasi jenazah korban setelah operasi pemadaman dinyatakan selesai.
"Untuk korban meninggal dunia atas nama Haerul Saleh," ucap Asril.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan resmi terkait kronologi musibah ini setelah berkomunikasi dengan asisten rumah tangga di kediaman korban. Diketahui Haerul Saleh sedang berada di lokasi untuk mengawasi pengerjaan konstruksi secara langsung.
"Mentan Amran mendengarkan kronologis singkat kejadian kebakaran dari asisten rumah tangga, kejadian begitu cepat tatkala korban sedang mengawasi beberapa orang yang sedang memproses renovasi. Tetiba api membesar dan asap hitam tidak dapat dihindarkan," tulis pernyataan resmi tersebut.
Sebelumnya, Andi Amran juga menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepulangan salah satu pejabat tinggi negara tersebut.
"Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh," kata Amran.
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman turut mengenang sosok almarhum sebagai rekan sejawat yang cerdas dan loyal sejak masa pengkaderan partai tahun 2014.
"Iya. Saya sangat kaget dan sangat berduka. Beliau salah satu sahabat saya. Sebelum Pemilu 2014 satu kamar saat pelatihan kaderisasi Gerindra. Beliau sangat baik, selalu tanya saya apa yang bisa beliau bantu. Beliau anak muda yang cerdas, wafat di usia baru 43 tahun," kata Habiburokhman.
Haerul Saleh menjabat sebagai Anggota IV BPK RI sejak 19 April 2022 dengan ruang lingkup tugas pemeriksaan bidang pangan, sumber daya alam, dan infrastruktur. Pria kelahiran Kolaka ini sebelumnya memiliki rekam jejak panjang sebagai legislator di Komisi XI serta aktif di berbagai organisasi profesi dan kepemudaan.