Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan memastikan Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Haerul Saleh, meninggal dunia murni akibat musibah kebakaran rumah di Jagakarsa pada Jumat, 8 Mei 2026. Penyelidikan bersama tim Inafis dan Puslabfor Mabes Polri tidak menemukan indikasi penyebab kematian lain di lokasi kejadian.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di kediaman korban yang terletak di Jalan TB Simatupang Nomor 3, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan kepolisian, Haerul Saleh ditemukan berada di ruang kerja yang berlokasi di lantai empat bangunan saat api melalap rumah tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, memberikan pernyataan resmi mengenai hasil pemeriksaan sementara terkait insiden yang menimpa pejabat negara tersebut.
"Bahwa benar penyebab korban meninggal dunia karena kebakaran dan bukan karena sebab lain," kata AKP Joko Adi, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan.
Penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian perkara, termasuk temuan berbentuk cairan yang saat ini sedang diuji secara intensif oleh Pusat Laboratorium Forensik.
"Saat ini barang temuan dibawa Puslabfor untuk dilakukan pemeriksaan dan tentunya kita masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor," kata Joko.
Kondisi terakhir sebelum api membesar diungkapkan oleh penjaga rumah bernama Arpen yang melihat korban tengah menyelesaikan pekerjaan di lantai atas bersama seorang rekannya.
"Posisinya memang lagi ada orang. Memang bapak sama rekan bapak lagi ada yang dikerjakan," ucap Arpen, saksi mata dan penjaga rumah.
Arpen mengaku sempat mendengar suara teriakan dari Haerul Saleh yang mengabarkan adanya kobaran api sebelum akhirnya saksi mencoba mengecek ruangan di lantai empat untuk memastikan sumber kebakaran. Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis untuk detail teknis terkait kondisi fisik korban saat kejadian.