Umat Islam merayakan Hari Tasyrik 1447 Hijriah yang bertepatan pada tanggal 28-29 Mei 2026 sebagai momen penuh berkah untuk meningkatkan amalan ibadah syiar agama Islam. Berdasarkan proyeksi kalender hijriah yang dilansir dari unikma.ac.id, momen ini bertepatan dengan tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah setelah Hari Raya Idul Adha.
Hari Tasyrik merupakan waktu di mana umat Islam diharamkan untuk berpuasa dan diwajibkan menikmati rezeki dari Allah SWT. Fondasi utama amal pada hari-hari yang terbilang ini adalah meningkatkan aktivitas zikir dan mengumandangkan takbir, baik takbir muqayyad setelah shalat fardhu maupun takbir mutlak di berbagai tempat.
Perintah berzikir ini didasarkan secara spesifik pada firman Allah SWT.
“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang…” kata Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al Baqarah ayat 203.
Ibnu ‘Abbas beserta mayoritas ulama tafsir menyepakati bahwa ayat tersebut merujuk langsung pada Hari Tasyrik. Selain zikir, umat Islam yang belum sempat menunaikan ibadah kurban pada 10 Dzulhijjah diberikan kelonggaran penuh untuk melanjutkan penyembelihan hewan kurban sepanjang masa Tasyrik ini.
Kelonggaran waktu penyembelihan hewan kurban tersebut ditegaskan dalam sebuah hadis.
“Semua hari tasyrik adalah waktu penyembelihan.” sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan HR. Ahmad.
Pelaksanaan penyembelihan pada siang maupun malam hari dinyatakan sah menurut penjelasan dalam ensiklopedia fikih kontemporer Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah. Masa yang lapang ini menjadi bentuk rahmat agar pengelolaan dan distribusi daging kurban dapat berjalan maksimal.
Hari Tasyrik juga menjadi waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa, terutama doa kebaikan dunia dan akhirat atau doa sapu jagat.
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” bunyi Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 201.
Keutamaan mengenai waktu diijabahnya doa-doa pada momen ini diulas panjang lebar oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Latha’if Al-Ma’arif. Redaksi doa sapu jagat dinilai sangat komprehensif karena mencakup permohonan kesehatan, keberkahan rezeki, hingga keselamatan di akhirat.
Berbeda dengan hari mulia lain, berpuasa secara mutlak dilarang pada Hari Tasyrik karena hari ini ditetapkan sebagai momen perayaan serta pemenuhan jasmani untuk menguatkan ibadah.
“Hari-hari tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman, serta hari untuk berzikir kepada Allah.” sabda Rasulullah SAW dalam HR. Muslim nomor 1141.
Larangan berpuasa tersebut berlaku bagi puasa sunnah reguler maupun puasa wajib qadha Ramadhan. Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim serta kitab Al-Majmu’ memberikan penegasan bahwa hukum berpuasa pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah adalah tidak sah karena hari tersebut merupakan hari perjamuan Allah SWT untuk hamba-Nya.