Masyarakat sering kali keliru dalam membedakan antara Masjid Al Aqsa dengan bangunan berkubah emas yang ikonik di Yerusalem. Bangunan berkubah emas tersebut sebenarnya adalah Dome of the Rock atau Kubah Batu, bukan bangunan utama masjid untuk salat.
Dilansir dari Kompas, kesalahpahaman ini muncul karena dokumentasi visual mengenai Masjid Al Aqsa sering kali menonjolkan keindahan Dome of the Rock. Hal ini membuat publik mengasumsikan kubah emas tersebut sebagai Masjid Al Aqsa itu sendiri.
Secara fisik, Masjid Al Aqsa yang asli memiliki kubah berwarna abu-abu gelap. Lokasinya berada di sisi selatan kompleks suci al-Haram al-Sharif, berbeda titik dengan posisi Kubah Batu.
Meskipun merupakan bangunan yang berbeda, keduanya terletak di dalam satu garis kawasan suci yang sama. Istilah Masjid Al Aqsa sendiri sering digunakan secara luas untuk merujuk pada seluruh kompleks al-Haram al-Sharif.
Kubah Batu atau Dome of the Rock tidak berfungsi sebagai tempat utama untuk pelaksanaan salat berjamaah. Struktur ini dibangun secara khusus untuk melidungi sebuah batu besar yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi umat Islam.
Batu tersebut diyakini menjadi titik awal keberangkatan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Mi'raj menuju langit. Sementara itu, Masjid Al Aqsa merupakan lokasi ketibaan Nabi setelah melakukan perjalanan Isra dari Mekkah.
Arsitektur Tertua dan Pengaruh Bizantium
Pembangunan Dome of the Rock dilakukan pada akhir abad ke-7 Masehi di bawah perintah Khalifah Abd al-Malik ibn Marwan dari Dinasti Umayyah. Monumen ini tercatat sebagai salah satu bangunan Islam tertua yang masih berdiri kokoh.
Berdasarkan prasasti yang ditemukan, pengerjaannya selesai sekitar tahun 691 hingga 692 Masehi atau bertepatan dengan tahun 72 Hijriah. Bangunan ini memiliki bentuk segi delapan yang khas dengan kubah berdiameter sekitar 20 meter.
Struktur arsitekturnya mendapat pengaruh kuat dari tradisi Bizantium, namun tetap menjadi tonggak awal seni rupa Islam. Berbeda dengan gaya Bizantium pada masanya, dekorasi di sini tidak menggunakan gambar makhluk hidup.
Hiasan pada bangunan didominasi oleh pola tumbuhan, bentuk mahkota, dan perhiasan yang mewah. Selain itu, kaligrafi ayat-ayat Al Quran serta ornamen mosaik mempercantik bagian dalam maupun luar struktur ikonik tersebut.