Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizali Anwar, melakukan peninjauan ke Jalan Lintas Sumatera koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi pada Jumat (8/5/2026). Langkah ini merupakan respons pemerintah dalam mempercepat penanganan infrastruktur jalan setelah insiden kecelakaan lalu lintas di ruas Maur-Terawas pada Rabu (6/5/2026).
Dilansir dari Nasional, peninjauan tersebut juga menjadi momen bagi Roy untuk menyampaikan duka cita kepada para korban kecelakaan. Ia menekankan bahwa koordinasi antarinstansi sangat krusial guna menjamin keselamatan pengguna jalan dan mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan.
“Ke depan, perlu ditingkatkan kembali pengawasan dari sektor jalan, kepolisian lalu lintas, maupun operasional kendaraan pengangkut barang dan penumpang,” ungkap Roy Rizali Anwar, Dirjen Bina Marga Kementerian PU.
Pemerintah saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengetahui faktor utama penyebab kecelakaan tersebut. Investigasi teknis melibatkan sejumlah pihak terkait guna mendapatkan hasil yang akurat sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut.
“Terkait penyebab pasti kecelakaan, kami masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan kepolisian,” kata Roy Rizali Anwar, Dirjen Bina Marga Kementerian PU.
Ruas Maur–Terawas yang menjadi lokasi kejadian memiliki panjang 35,98 kilometer dengan lebar rata-rata 5,6 meter. Berdasarkan data teknis, koridor Lubuk Linggau hingga batas Jambi membentang sepanjang 98 kilometer dengan tingkat kemantapan jalan nasional mencapai 91 persen.
Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Ditjen Bina Marga, Hendro Satrio, menjelaskan bahwa Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan telah melakukan perawatan intensif sejak masa mudik Lebaran 2026. Namun, cuaca ekstrem belakangan ini memicu kerusakan baru pada permukaan aspal.
“Kami sudah lihat kondisinya sepanjang ruas jalan ini. Kami melihat memang ada beberapa lubang yang ada di lokasi, namun lubangnya kecil-kecil dan tidak dalam. Namun, tetap menjadi perhatian untuk segera dilakukan penanganan dan perbaikan,” jelas Hendro Satrio, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I.
Proses perbaikan jalan tersebut menggunakan material aspal karet dan cold paving hot mix asbuton (CPHMA). Penggunaan material ini diklaim sesuai dengan instruksi pusat untuk menjamin ketahanan jalan terhadap beban kendaraan dan cuaca.
“Insyaallah dalam beberapa hari ini akan segera kami tambal semua lubang lubangnya,” tegas Hendro Satrio, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I.
Ditjen Bina Marga menyatakan komitmennya untuk terus memantau kualitas layanan di lintas utama Sumatera tersebut. Upaya percepatan ini diharapkan dapat mengembalikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengendara yang melintas di koridor tersebut.