Perselisihan antara anggota TNI berinisial Sertu AW dengan penjaga toko Adi Jaya bernama Dedi di Sumur Batu, Kemayoran, resmi berakhir damai setelah melalui proses mediasi pada Senin (4/5/2026). Kesepakatan ini mengakhiri ketegangan yang sempat memicu keributan di lokasi kejadian pada Minggu (3/5/2026).
Ketua RT 09 Sumur Batu, Bambang, mengungkapkan bahwa mediasi tersebut melibatkan pihak kepolisian, pemilik toko, serta perwakilan TNI. Penandatanganan surat perdamaian dilakukan oleh seluruh pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut sebagai bukti selesainya masalah sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Untuk pertemuan, antara pihak, TNI, Pak Haji dan Dedi sudah dimediasi Polres Jakarta Pusat, dan sudah selesai," ujar Bambang saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (5/5/2026).
Bambang menegaskan bahwa dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak memutuskan untuk tidak saling menuntut di masa depan.
"Kedua belah pihak damai. Tidak ada tuntutan apa pun dari kedua belah pihak. Sudah clear semua," lanjutnya.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, memberikan konfirmasi serupa mengenai hasil pertemuan tersebut. Pihak kepolisian memfasilitasi dialog guna memastikan tidak ada buntut panjang dari insiden pemukulan dan perusakan yang sempat terjadi.
"Hasil mediasi itu aja, tidak saling menuntut," ujar Erlyn saat dihubungi Kompas.com, Rabu.
Iptu Erlyn juga menekankan bahwa penandatanganan dokumen resmi telah dilakukan sebagai jaminan hukum atas perdamaian tersebut.
"Sudah tanda tangan (surat damai)," lanjutnya.
Meskipun jalur damai telah ditempuh, kondisi psikis korban masih memerlukan waktu untuk pemulihan. Dedi dilaporkan mengalami trauma setelah dikeroyok oleh sekelompok pria yang diduga oknum anggota TNI di toko kelontong tempatnya bekerja.
"Pak Dedi masih trauma. Rencananya mau pulang kampung ke Madura untuk sementara," ujar Bambang.
Hingga Selasa, toko Adi Jaya yang beroperasi 24 jam tersebut masih dalam kondisi tertutup sejak insiden pada Minggu sore. Pemilik toko memberikan informasi bahwa operasional usaha baru akan dimulai kembali pada pekan depan.
"Info dari Pak Haji pemilik toko, minggu depan sudah buka," tutur Bambang.
Sebelumnya, Dedi sempat menjalani perawatan medis di RS Polri Kramat Jati akibat luka-luka yang dideritanya. Ketua RT setempat memantau kondisi korban yang saat ini sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
"Korban kemarin sempat dirawat di RS Kramat Jati. Nah sekarang (korban) sudah ada di rumah," ujar Bambang saat dijumpai di lokasi kejadian, Selasa (5/5/2026).
Di sisi lain, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel Inf Donny Pramono memaparkan kronologi dari sudut pandang militer. Menurutnya, keributan dipicu oleh kesalahpahaman saat proses transaksi di warung tersebut.
"Dapat kami sampaikan bahwa memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut," ujar Donny saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Selasa.
Donny menambahkan bahwa Sertu AW justru menjadi pihak yang pertama kali mengalami cedera fisik dalam insiden tersebut. Saat ini, oknum prajurit itu sedang menjalani perawatan di RS Hermina Kemayoran akibat luka tusuk.
"Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung," kata Donny.
Kadispenad menjelaskan bahwa situasi di lokasi memanas secara cepat sehingga menyebabkan kerusakan pada bangunan toko. Kasus ini tetap didalami untuk memastikan seluruh fakta hukum terungkap secara transparan meskipun mediasi sudah berjalan.
"Namun demikian, seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh," tutur Donny.