Sebanyak 9.000 jemaah haji Indonesia yang terbagi dalam 23 kelompok terbang diberangkatkan dari Madinah menuju Mekkah pada Kamis (14/5/2026). Pergerakan ini menjadi titik puncak arus keberangkatan jemaah sebelum operasional pendorongan di Madinah berakhir.
Proses pergeseran ribuan jemaah tersebut dilakukan melalui Bir Ali sebagai lokasi pengambilan miqat, sebagaimana dilansir dari Nasional. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 241 kloter yang telah meninggalkan Madinah untuk menuju kota suci Mekkah.
Kepala Sektor Bir Ali, Divia Ardianto, memberikan penjelasan mengenai rincian waktu pelaksanaan mobilisasi massa jemaah haji tersebut di lapangan.
"Puncaknya hari Kamis ini, hari keempat belas atau dua hari sebelum pendorongan (jemaah) selesai," ungkap Divia di Bir Ali, Madinah, Arab Saudi, Kamis (14/5/2026).
Penegasan mengenai kondisi lingkungan juga disampaikan mengingat suhu udara di Madinah saat ini cukup ekstrem dan dapat melampaui angka 40 derajat celcius. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi petugas dalam memantau kondisi fisik jemaah.
Divia mengimbau agar hanya jemaah dengan kondisi fisik prima yang turun untuk melaksanakan ibadah shalat di Bir Ali, sementara lansia disarankan tetap berada di armada bus guna menjaga kesehatan.
"Selain itu, waktu di Bir Ali ini sangat singkat hanya 15 sampai 20 menit kemudian langsung ke atas bus menuju Makkah," katanya.
Berdasarkan data statistik pada hari ke-24 operasional haji, total 152.724 jemaah asal Indonesia telah mendarat di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 136.422 orang sudah bergeser dari Madinah ke Mekkah.
Sementara itu, sisa jemaah lainnya sebanyak 45.914 orang dilaporkan telah tiba di Jeddah melalui Bandara King Abdul Aziz untuk langsung melanjutkan rangkaian ibadah haji.