Sejumlah lembaga pendidikan tinggi memperkuat pembekalan keterampilan nonakademik bagi mahasiswa guna menyelaraskan kompetensi lulusan dengan dinamika kebutuhan industri modern. Langkah penyiapan kapasitas ini sekaligus merespons pergeseran sistem rekrutmen kerja global yang kini cenderung berbasis keahlian nyata.
STKIP PGRI Pacitan melaksanakan program ini melalui pelatihan komprehensif yang berlangsung sejak Selasa, 19 Mei 2026 hingga 25 Mei 2026 di Aula STKIP PGRI Pacitan. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan mahasiswa lintas program studi tersebut mencakup materi administrasi desa, kewirausahaan, public speaking, hingga persiapan karier.
Wakil Ketua I Bidang Akademik STKIP PGRI Pacitan, Dr Hasan Khalawi menjelaskan bahwa pembekalan tersebut menjadi investasi penting bagi mahasiswa. Di samping peningkatan kapasitas diri, peserta juga diarahkan untuk memperoleh nilai tambah administrasi yang relevan untuk dunia kerja.
"Inti kegiatan ini adalah investasi bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi semangat zaman yang semakin kompleks. Bonusnya, mahasiswa juga memperoleh sertifikat SKPI," kata Hasan, Selasa (19/5/2026).
Pihak kampus menjadwalkan materi secara bertahap, di mana hari pertama diisi oleh materi administrasi desa dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pacitan. Selanjutnya, rangkaian pelatihan diteruskan dengan materi kemandirian bisnis hingga teknik komunikasi profesional.
Langkah penguatan kompetensi ini sejalan dengan tren perekrutan global yang dilaporkan oleh LinkedIn Talent Solutions, di mana perusahaan kini lebih mengutamakan portofolio dan kemampuan praktis. Berdasarkan data UNESCO, meski platform digital mempermudah sertifikasi mandiri, pendidikan tinggi tetap krusial untuk pembentukan karakter serta profesi yang membutuhkan legalitas resmi.
Kebutuhan penguatan kapasitas tenaga kerja lokal juga menjadi fokus pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran. Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin memaparkan strategi kemitraan dengan dunia usaha lewat presentasi daring bersama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri pada Rabu (1/4/2026).
"Di antaranya melalui pelatihan kerja berbasis kompetensi, penguatan Balai Latihan Kerja (BLK), serta peningkatan kualitas soft skill tenaga kerja," kata Fairid Naparin, Wali Kota Palangka Raya.
Upaya penyiapan mutu lulusan turut direspons oleh Universitas Nusa Mandiri dengan merancang webinar bertajuk "How to Stand Out as a Student: Persiapan dari Kampus ke Dunia Profesional" yang dijadwalkan pada Selasa, 26 Mei 2026. Acara tersebut bakal mengulas personal branding bersama perwakilan Bright Internship.
Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri, Arif Hidayat menyatakan bahwa mahasiswa perlu membangun kualitas interpersonal sejak dini agar mampu tampil unggul di pasar kerja global yang adaptif dan kreatif.
"Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang adaptif, komunikatif, kreatif, dan memiliki kemampuan interpersonal yang baik. Karena itu, mahasiswa harus mulai membangun kualitas diri sejak di bangku kuliah agar mampu tampil unggul dan siap bersaing secara profesional," ujar Arif Hidayat, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri.
Pihak universitas menegaskan komitmen untuk memfasilitasi program pembekalan yang relevan dengan industri digital. Mahasiswa didorong untuk aktif memperluas pengalaman dan membangun pola pikir profesional sebelum menyelesaikan studi.
"Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan potensi diri, memperluas pengalaman, dan membangun mindset profesional sejak dini. Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja global," tambah Arif Hidayat, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Nusa Mandiri.
Selain bagi mahasiswa, penguatan kompetensi praktis ini menyasar siswa sekolah menengah melalui kegiatan bertajuk Super Training 2026 di SMK Bina Rahayu pada Selasa, 5 Mei 2026. Dosen Universitas Nusa Mandiri, Sofian Wira Hadi mengarahkan para siswa kelas 12 untuk memahami pentingnya kesehatan mental dan ketangguhan dalam menghadapi proses rekrutmen.
"Resiliensi bukan sekadar bertahan, tetapi bagaimana kita mampu bangkit dan terus melangkah dengan keyakinan. Dunia nyata membutuhkan pribadi yang siap menghadapi tantangan dan terus berkembang," ujar Sofian Wira Hadi, Dosen Universitas Nusa Mandiri.
Kegiatan penguatan tersebut melibatkan alumni sekolah untuk berbagi pengalaman mengenai dunia kerja dan perguruan tinggi kepada peserta. Pihak sekolah menilai bimbingan karier ini efektif membantu siswa dalam mengenali potensi diri sebelum lulus.
"Kegiatan ini membantu siswa mengenali potensi diri sekaligus mempersiapkan mental mereka sebelum masuk ke dunia kerja maupun pendidikan tinggi," jelas Muhammad Salim Nurbayan, Guru BK SMK Bina Rahayu.
Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda, Andry Maulana menambahkan bahwa keterlibatan para pengajar di sekolah merupakan kontribusi nyata dalam mempersiapkan generasi muda. Kampus juga memperkenalkan program Beasiswa Jalur Undangan bagi siswa berprestasi.
"Universitas Nusa Mandiri memiliki dosen-dosen yang tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga aktif berbagi ilmu, pengalaman, dan kompetensi profesional kepada siswa sekolah. Kami percaya pelajar SLTA perlu mendapatkan wawasan sejak dini tentang kesiapan karier, pengembangan diri, dan pentingnya pendidikan tinggi," ujar Andry Maulana, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda.
Kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan sekolah ini diharapkan memberikan nilai tambah yang konkret. Pihak kampus menekankan pentingnya mempersiapkan masa depan melalui bekal keahlian yang tepat dan mental yang kuat.
"Kami ingin kehadiran UNM Margonda memberikan nilai tambah bagi sekolah dan siswa. Melalui pelatihan seperti ini, siswa tidak hanya mendapatkan motivasi, tetapi juga memahami bahwa masa depan bisa dipersiapkan sejak sekarang melalui skill, mental yang kuat, dan pilihan pendidikan yang tepat," tambah Andry Maulana, Kepala Kampus Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda.