Sejumlah organisasi advokasi hak asasi manusia di Amerika Serikat merilis peringatan perjalanan bagi wisatawan mancanegara yang akan menghadiri Piala Dunia 2026. Dokumen tersebut menyoroti potensi penahanan sewenang-wenang hingga deportasi bagi para pengunjung di tengah pengetatan kebijakan imigrasi.
Risiko pemeriksaan perangkat elektronik, profil rasial, hingga perlakuan tidak manusiawi di pusat detensi imigrasi dilaporkan dapat menimpa pemain, suporter, maupun jurnalis pada Rabu (13/5/2026). Data tersebut dilansir dari Detik Travel yang merujuk pada laporan puluhan lembaga termasuk American Civil Liberties Union (ACLU) dan NAACP.
Kelompok advokasi tersebut menegaskan bahwa kebijakan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengurangi perlindungan federal bagi kelompok minoritas. Komunitas imigran serta kelompok minoritas ras-etnis disebut sebagai pihak yang paling rentan mengalami kendala saat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat.
"FIFA saat ini memiliki pengaruh besar untuk menekan Pemerintah AS agar menghormati hak asasi setiap orang yang datang, menghadiri pertandingan, maupun yang bekerja dan tinggal di 11 kota tuan rumah," kata ACLU dalam pernyataannya.
Organisasi tersebut melalui koalisi Dignity 2026 menuntut agar FIFA mengambil langkah nyata untuk melindungi hak-hak pengunjung. Namun, hingga saat ini pihak penyelenggara dinilai belum memberikan jaminan keamanan dan kejelasan prosedur yang memadai bagi para pendatang.
"FIFA berkomitmen menghormati seluruh hak asasi manusia yang diakui secara internasional dan akan terus mendorong perlindungan terhadap hak-hak tersebut," tulis FIFA dalam pernyataannya.
Federasi sepak bola dunia tersebut menyatakan telah merespons kekhawatiran publik dengan membentuk kelompok penasihat khusus hak asasi manusia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen resmi mereka untuk menjaga integritas turnamen selama masa penyelenggaraan berlangsung.
Peringatan dari berbagai lembaga HAM ini memperkuat pernyataan Amnesty International pada Maret lalu mengenai arah penyelenggaraan turnamen. Lembaga tersebut menilai Piala Dunia 2026 mulai menjauh dari janji awal FIFA untuk mewujudkan ajang yang aman serta inklusif bagi seluruh pihak.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai Juni mendatang. Wisatawan internasional kini diimbau untuk menyiapkan rencana darurat dan meningkatkan kewaspadaan sebelum memasuki wilayah Amerika Serikat guna menghindari kendala imigrasi.