Momen istimewa terjadi di berbagai belahan dunia setiap tanggal 11 Februari dengan beragam peringatan penting berskala nasional maupun internasional. Dilansir dari Caritahu, kalender global mencatat hari tersebut sebagai waktu untuk menghargai kontribusi perempuan di bidang sains hingga peringatan sejarah kenegaraan.
Majelis Umum PBB telah menetapkan Hari Internasional Perempuan dan Anak Perempuan dalam Sains sejak tahun 2015. Peringatan ini bertujuan merayakan pencapaian perempuan pada bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) sekaligus memperjuangkan kesetaraan gender.
Pada tahun 2026, peringatan ini mengusung tema utama "From Vision to Impact: Redefining STEM by Closing the Gender Gap". Fokus utamanya adalah mengubah visi dan rekomendasi menjadi aksi nyata guna menutup kesenjangan gender dalam ekosistem ilmu pengetahuan.
Selain tema utama, terdapat tema pendukung yakni "Synergizing AI, Social Science, STEM and Finance: Building Inclusive Futures for Women and Girls". Langkah konkret seperti pemberian beasiswa dan kampanye edukasi terus didorong untuk memberdayakan peneliti perempuan yang saat ini jumlahnya masih di bawah sepertiga peneliti global menurut data UNESCO.
Bersamaan dengan itu, Gereja Katolik memperingati Hari Orang Sakit Sedunia setiap 11 Februari. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan Pesta Bunda Maria dari Lourdes yang identik dengan narasi mukjizat penyembuhan.
Paus Yohanes Paulus II menetapkan hari penting ini pada 13 Mei 1992, setahun setelah beliau didiagnosis mengidap penyakit Parkinson. Tujuannya adalah mengajak masyarakat mendoakan dan memberikan dukungan moral bagi mereka yang tengah menderita sakit.
Aktivitas peringatan biasanya diisi dengan doa bersama, kunjungan ke fasilitas kesehatan, serta pemberian apresiasi kepada tenaga medis. Gereja menekankan pentingnya perawatan holistik dan empati bagi setiap individu yang sedang berjuang melawan penyakit.
Hari Pembentukan Negara Jepang
Di wilayah Asia Timur, masyarakat Jepang merayakan Hari Pembentukan Negara atau Kenkoku Kinen no Hi sebagai hari libur nasional. Peringatan ini merujuk pada momen berdirinya negara Jepang secara tradisional oleh Kaisar Jimmu pada 660 SM.
Penentuan tanggal 11 Februari didasarkan pada catatan kuno dalam Kojiki dan Nihon Shoki yang kemudian dikonversi ke kalender Gregorian. Selain nilai legenda, tanggal ini juga mengenang peristiwa bersejarah dikeluarkannya Konstitusi Meiji pada tahun 1889.
Pemerintah Jepang menetapkan kembali hari ini sebagai National Foundation Day pada tahun 1967 setelah sempat dihapus pasca-Perang Dunia II. Upacara resmi dan pidato kaisar menjadi bagian dari agenda rutin untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan warga.