Masyarakat Peringati Hari Perawat Internasional dan Tragedi Trisakti

Masyarakat Peringati Hari Perawat Internasional dan Tragedi Trisakti

Masyarakat memperingati Hari Perawat Internasional sekaligus Hari Tragedi Trisakti pada Selasa, 12 Mei 2026, untuk menjaga ingatan sejarah kemanusiaan dan perjuangan demokrasi di Indonesia.

Peringatan Hari Perawat Internasional ditujukan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi tenaga keperawatan yang didasarkan pada hari lahir Florence Nightingale, pelopor keperawatan modern, dilansir kabarnusantara.id dari data organisasi kesehatan dunia WHO.

Sementara itu, momentum domestik Hari Tragedi Trisakti menjadi ruang refleksi penegakan hak asasi manusia untuk mengenang gugurnya empat mahasiswa akibat tembakan aparat keamanan saat demonstrasi reformasi 12 Mei 1998 silam.

Peristiwa kelam tersebut dicatat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pemantik reformasi yang memicu gelombang protes masif hingga mendesak pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998. Krisis moneter di Asia juga memicu rantai kerusuhan rasial terhadap etnis Tionghoa pada 13 sampai 15 Mei 1998, terutama di Jakarta, yang diawali oleh insiden penembakan mahasiswa Universitas Trisakti.

Analis ekonomi senior sekaligus pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI), Christianto Wibisono, memberikan pesan khusus kepada generasi milenial dan Gen Z dalam memaknai sejarah tersebut.

"Memang anak muda kadang-kadang masih terbentur, tapi hal itu tidak apa-apa mengenai jatuh bangun tersebut," ujar Christianto Wibisono dalam wawancara bersama IDN Times.

Saksi sejarah Mei 1998 itu menilai dinamika jatuh bangun merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan anak muda demi masa depan bangsa.

"Asal semangat idealisme untuk membangun Indonesia ke depannya," ucap Christianto Wibisono.

Mantan jurnalis yang pernah menetap di Amerika Serikat pada 1998 hingga 2006 ini juga meminta generasi muda agar selalu optimis terhadap prospek ekonomi domestik.

"Ramalan yang dimaksud di sini mengenai ramalan ekonomi yang memang menunjukkan hal yang positif. Kita harus percaya dengan hal itu, bahwa akan mengalami pertumbuhan. Kalau tidak ada demo-demo, mungkin pertumbuhannya bisa mencapai 7 persen," ujar Christianto Wibisono.

Artikel terkait

Rekomendasi