Sejumlah wilayah di Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia Persatuan Guru Republik Indonesia pada Mei 2026 dengan menyoroti peran strategis guru pendidik anak usia dini.
Peringatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur diwarnai dengan peluncuran Buku Cerita Tematik Berjenjang Dwibahasa pada Selasa, 19 Mei 2026 di Aula SMAK 1 Waikabubak, Sumba Barat. Peluncuran buku yang bertujuan mendukung minat literasi sejak dini tersebut melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Balai Bahasa Provinsi NTT, IGTKI Provinsi NTT, dan UNICEF.
Kerja sama sejak tahun 2024 telah menghasilkan 20 judul buku dalam Bahasa Indonesia serta empat bahasa daerah, yaitu Kodi, Wewewa, Loura, dan Kambera. Buku-buku tersebut mengusung tema kontekstual seperti akte kelahiran, kewaspadaan terhadap pneumonia dan TBC, peran ayah dalam pendidikan, hingga penggunaan gawai secara bijaksana.
"Minat pada literasi sejak usia dini dimulai dengan membaca teks yang relevan dengan kehidupan mereka setiap hari," kata Education Officer UNICEF NTT Robertus Raga Djone.
Penyusunan instrumen literasi lokal ini didampingi oleh penulis nasional Benny Rhamdani dan Robertus Fahik. Dalam acara yang dihadiri perwakilan IGTKI dari 12 kabupaten tersebut, penghargaan diserahkan kepada empat guru PAUD yang menjadi penulis.
"Minat pada literasi sejak usia dini dimulai dengan membaca teks yang relevan dengan kehidupan mereka setiap hari," tambah Robertus Raga Djone.
Sementara itu, perayaan meriah juga berlangsung di Provinsi Papua pada Jumat, 22 Mei 2026 yang dihadiri oleh pengurus IGTKI-PGRI dari Kota Jayapura, Keerom, Biak Numfor, dan Kabupaten Jayapura. Agenda perayaan diisi dengan seremoni potong kue, unjuk bakat siswa TK, hingga Sosialisasi Penerapan Wajib Belajar 13 Tahun.
"PAUD adalah masa emas. Di sinilah pondasi karakter, kecerdasan, sikap sosial, dan nilai kehidupan dibentuk. Karena itu, peran guru TK tidak boleh dipandang sebelah mata," ujar Bunda PAUD Provinsi Papua, Ny. Rafatul Mulkiyah Fakhiri.
Ia menambahkan bahwa tugas para guru taman kanak-kanak melampaui kemampuan kognitif dasar karena menyangkut penanaman disiplin dan kemandirian anak.
"Tugas Bapak, Ibu guru jauh melampaui membaca, menulis, dan berhitung. Di tangan kalian, anak-anak belajar kasih sayang, disiplin, kemandirian, dan rasa percaya diri. Dedikasi ini adalah sumbangsih terbesar bagi kemajuan bangsa," tegas Ny. Rafatul Mulkiyah Fakhiri.
Pemerintah Kabupaten Jayapura turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pengabdian para guru di Tanah Papua.
"Pengabdian Bapak/Ibu dalam membentuk karakter dan meletakkan dasar pendidikan generasi penerus adalah sumbangsih mulia bagi Papua. Semoga di usia ke- 76 ini, IGTKI – PGRI semakin kokoh mencetak anak-anak Papua yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap memajukan daerahnya," kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., M.KP.
Pihak pemerintah daerah berharap para pendidik terus konsisten mencetak tunas bangsa yang unggul.
"Mereka bukan anak biasa, melainkan bibit unggul generasi masa depan. Kelak merekalah yang akan menjadi pemimpin daerah, pelayan masyarakat, tokoh adat, hingga penggerak pembangunan di Tanah Papua," pungkas Ny. Rafatul Mulkiyah Fakhiri.
Pada hari yang sama, Jumat, 22 Mei 2026, jajaran pengurus IGTKI-PGRI Kabupaten Natuna melaksanakan audiensi dan silaturahmi bersama pemerintah daerah di Ruang Kerja Bupati Natuna, Bukit Arai. Bupati Natuna Cen Sui Lan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sektor PAUD lewat peningkatan sarana prasarana serta kualitas sumber daya manusia tenaga pendidik.