Peringatan Harkitnas ke-118 Soroti Tantangan Ruang Digital Generasi Muda

Peringatan Harkitnas ke-118 Soroti Tantangan Ruang Digital Generasi Muda

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 pada 19 Mei 2026 menyoroti posisi krusial generasi muda Indonesia di tengah kepungan empat tantangan ekosistem digital nasional yang bersumber dari budaya instan.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan mencatat sebanyak 12,3 juta orang melakukan deposit judi online sepanjang 2025 melalui perbankan, e-wallet, hingga QRIS dengan nilai perputaran dana mencapai Rp 286,84 triliun.

Angka perputaran tersebut menunjukkan penurunan sebesar 20 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang menembus Rp 359,81 triliun, seperti dilansir dari laporan Kompas.

Secara kumulatif sejak 2017 sampai kuartal III 2025, total perputaran dana judi siber telah menembus Rp 1.032 triliun dari total 259 juta transaksi.

Dampak nyata dari aktivitas ilegal ini menjerat sekitar 80.000 anak di bawah usia sepuluh tahun, serta menyebabkan 71 persen pemain berpenghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan terjebak siklus utang pinjaman online ilegal.

Selain masalah finansial, ruang digital Indonesia juga menghadapi ancaman metamorfosis terorisme pasca-penumpasan Mujahidin Indonesia Timur pada 2022 dan pengakhiran Operasi Madago Raya pada 31 Desember 2025.

Densus 88 melakukan penangkapan terhadap delapan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharu Daulah di Poso dan Parigi Moutong yang aktif menyebarkan propaganda di media sosial pada 6 Mei 2026.

Institusi kepolisian tersebut juga mengidentifikasi 70 anak di 19 provinsi yang mayoritas berusia 15 tahun tergabung dalam grup media sosial ekstrem True Crime Community.

Kelompok pemuja pembunuh massal ini memicu peristiwa ledakan tujuh bom rakitan oleh siswa berusia 17 tahun di SMA Negeri 72 Jakarta pada November 2025 lalu.

Kondisi ini diperparah oleh rendahnya literasi digital masyarakat di tengah meluasnya penetrasi internet, sehingga ruang siber menjadi pintu masuk kerentanan bagi anak-anak tanpa pengawasan orang tua.

Langkah penanganan komprehensif diperlukan melalui sinergi pemerintah, partai politik, organisasi masyarakat, sekolah, dan keluarga demi membangun kembali etos kerja produktif serta menyisipkan literasi digital dalam kurikulum dasar.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema resmi yang berfungsi sebagai seruan darurat siber nasional demi menjaga kedaulatan masa depan negara.

"Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara" tulis tema resmi Harkitnas ke-118.

Penyelesaian hambatan struktural di ruang siber domestik ini berkaitan erat dengan amanat Pembukaan UUD 1945 alinea keempat guna mewujudkan perlindungan, kesejahteraan, dan kecerdasan kehidupan bangsa.

Artikel terkait

Rekomendasi