Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) bersiap memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-65 pada tanggal 6 Maret 2026. Momentum ini menjadi titik refleksi atas pengabdian panjang satuan elit tersebut dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dilansir dari Kiaton, perayaan tahun ini mengusung slogan "Kostrad Prima, Mengabdi Untuk Indonesia Maju". Visi tersebut menegaskan posisi Kostrad sebagai pasukan unggulan yang berdedikasi mendukung kemajuan masa depan bangsa melalui kesiapan operasional yang tinggi.
Kostrad didirikan secara resmi pada 6 Maret 1961 atas inisiasi Jenderal A.H. Nasution. Sebagai komando utama di bawah TNI Angkatan Darat, lembaga ini berfungsi sebagai kekuatan cadangan strategis yang dapat dikerahkan dalam operasi militer darat skala besar secara cepat.
Kekuatan tempur Kostrad terbagi dalam beberapa satuan besar, di antaranya Divisi Infanteri 1 yang bermarkas di Cilodong, Depok. Selain itu, terdapat Divisi Infanteri 2 yang berkedudukan di Malang, Jawa Timur, serta didukung oleh berbagai brigade dan batalyon bantuan teknis lainnya.
Sebagai pasukan yang dirancang fleksibel, Kostrad dibekali alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern. Inventaris tempurnya mencakup tank, artileri, hingga helikopter yang diawaki personel terlatih untuk menghadapi berbagai skenario pertahanan maupun misi kemanusiaan.
Peran Strategis dalam Pertahanan dan Sosial
Sebagai negara kepulauan luas, Indonesia mengandalkan Kostrad untuk menjaga integritas teritorial dari berbagai spektrum ancaman. Rekam jejaknya mencakup penumpasan pemberontakan DI/TII, operasi di Timor Timur, hingga menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB di Lebanon dan Kongo.
Kontribusi Kostrad juga meluas ke ranah stabilitas sosial melalui penanganan bencana alam. Pasukan ini tercatat aktif dalam evakuasi dan rekonstruksi saat tsunami Aceh 2004 serta gempa Yogyakarta 2006, yang menunjukkan kedekatan institusi militer dengan rakyat sipil.
Pada era kontemporer, keterlibatan Kostrad mencakup dukungan terhadap program strategis nasional seperti ketahanan pangan dan percepatan vaksinasi. Kemampuan deterren atau penangkal yang dimiliki Kostrad sangat krusial dalam menghadapi dinamika geopolitik di kawasan Asia Tenggara.
Makna Tema HUT ke-65 dan Kegiatan Sosial
Tema "Kostrad Prima, Mengabdi Untuk Indonesia Maju" mencerminkan kualitas terbaik dalam aspek operasional maupun integritas moral prajurit. Panglima Kostrad, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, menekankan bahwa tema tersebut adalah komitmen nyata menuju visi Indonesia Emas 2045.
"Kostrad Prima, Mengabdi Untuk Indonesia Maju", mencerminkan visi untuk menjadikan Kostrad sebagai pasukan elit yang tidak hanya unggul dalam kemampuan tempur. Ini juga bermakna untuk pengabdian kepada masyarakat.
Menyambut hari jadi ke-65, berbagai aksi sosial diselenggarakan, termasuk donor darah massal di berbagai markas seperti Jakarta dan Malang. Kegiatan yang bekerja sama dengan PMI ini bertujuan membantu ketersediaan stok darah nasional sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Rangkaian agenda peringatan juga diisi dengan latihan militer gabungan, seminar pertahanan nasional, dan bakti sosial di wilayah pedesaan. Program tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan gratis serta pembagian bahan pokok untuk mempererat hubungan antara prajurit dan masyarakat.