Masyarakat Indonesia dan dunia memperingati berbagai peristiwa bersejarah pada Selasa, 12 Mei 2026, mulai dari momentum reformasi Tragedi Trisakti hingga perayaan Hari Perawat Internasional. Peringatan ini mencakup refleksi perjuangan demokrasi nasional serta apresiasi global terhadap tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan medis.
Tragedi Trisakti yang terjadi pada 12 Mei 1998 di Jakarta menjadi catatan kelam sekaligus pemicu runtuhnya rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. Empat mahasiswa Universitas Trisakti, yakni Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie, gugur tertembak saat menuntut reformasi pemerintahan dalam demonstrasi besar yang kemudian meluas ke berbagai daerah.
Selain sejarah nasional, 12 Mei ditetapkan sebagai Hari Perawat Internasional untuk menghormati hari lahir Florence Nightingale, pelopor keperawatan modern. Di Bali, Pemerintah Kota Denpasar merespons momentum ini dengan memperkuat komitmen peningkatan sarana dan prasarana kesehatan guna menunjang kinerja tenaga perawat di seluruh fasilitas kesehatan.
"Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk mendukung keamanan lingkungan kerja, serta dukungan fasilitas yang memadai bagi para perawat di seluruh fasilitas kesehatan di Kota Denpasar," ujar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Sekretaris Daerah Kota Denpasar dalam peringatan di Gedung Dharma Negara Alaya.
Sekda Eddy Mulya menekankan bahwa tema global tahun 2026 menuntut pemberdayaan perawat demi masa depan sistem kesehatan yang lebih tangguh. Dukungan pemerintah tidak hanya berupa apresiasi verbal, tetapi juga melibatkan perawat dalam pengambilan kebijakan klinis agar pelayanan lebih efektif.
"Our Nurses, Our Future, Empowered Nurses Save Lives" kata I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Sekretaris Daerah Kota Denpasar saat membacakan tema global.
Ia juga menambahkan bahwa kompetensi profesional harus terus ditingkatkan untuk menghadapi tantangan medis yang semakin kompleks di masa depan.
"Suara perawat harus didengar untuk membentuk masa depan pelayanan kesehatan yang lebih baik," kata I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Sekretaris Daerah Kota Denpasar.
Pemerintah berharap perawat yang berdaya dapat memperkuat fondasi kesehatan bangsa secara menyeluruh.
"Perawat yang berdaya bukan hanya menyelamatkan nyawa di tempat tidur pasien, tetapi juga memperkuat pondasi kesehatan bangsa kita," ujar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Sekretaris Daerah Kota Denpasar.
Ketua DPD PPNI Kota Denpasar, I Ketut Sudiarta, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan tahun ini melibatkan aksi sosial dan pengembangan profesi sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat. Fokus utama organisasi adalah memperkuat solidaritas di tengah tantangan pelayanan kesehatan tahun 2026.
Selain itu, 12 Mei juga menjadi Hari Kesehatan Tumbuhan Internasional oleh FAO untuk mencegah hilangnya 40 persen hasil panen global akibat hama. Secara historis, tanggal ini juga mencatat berakhirnya Blokade Berlin pada 1949 dan gempa bumi dahsyat di Sichuan, Tiongkok pada 2008 yang menelan lebih dari 87.000 korban jiwa.