Pemerintah Indonesia memperluas cakupan digitalisasi bantuan sosial (bansos) dengan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat pada Senin (11/5/2026). Langkah strategis ini diwujudkan melalui program Pro Kesejahteraan Rakyat (Pro-Kesra) sebagai upaya percepatan penurunan angka kemiskinan nasional.
Dilansir dari Nasional, perluasan fungsi digital ini diharapkan mampu mengubah tata kelola pemerintahan menjadi lebih efisien dalam penggunaan anggaran negara. Program Pro-Kesra dirancang tidak hanya sebagai instrumen penyaluran bantuan, tetapi juga sebagai motor penggerak produktivitas warga melalui berbagai skema pemberdayaan.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa infrastruktur digital publik menjadi kunci utama dalam mewujudkan program prioritas tersebut.
"Transformasi digital melalui adopsi infrastruktur digital publik dan kecerdasan buatan menjadi katalisator program prioritas nasional untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik," ujar Luhut, Selasa (12/5/2026).
Luhut menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Tingkat Menteri di kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Jakarta. Fokus utama pemerintah adalah memastikan bantuan tersebut memberikan dampak nyata pada ketahanan ekonomi penerimanya.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyatakan bahwa integrasi layanan publik yang presisi menjadi fondasi bagi kemandirian masyarakat.
"Dengan begitu, akses layanan menjadi lebih sederhana, mudah dipahami, dan inklusif bagi semua," ujar Rini.
Pemerintah juga berfokus pada pemutakhiran data lintas sektor secara waktu nyata agar proses verifikasi dan autentikasi berjalan lebih cepat. Kementerian PANRB bertugas memperkuat regulasi pendukung untuk menjamin harmonisasi program di tingkat nasional.
"Implementasi program akan diperluas secara bertahap menuju skala nasional yang berdampak," tegas Rini.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjelaskan bahwa Pro-Kesra menargetkan masyarakat miskin dan kelompok rentan, termasuk perempuan serta penyandang disabilitas. Program ini mencakup penyediaan akses permodalan, pemasaran, hingga pemagangan untuk meningkatkan kapasitas kerja peserta.
Pengelolaan program ini akan didukung oleh Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS) dan Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (Sapa UMKM) guna memastikan distribusi bantuan dan pemberdayaan tepat sasaran.