PPIH Siapkan Kedatangan Jemaah Haji Gelombang Kedua di Jeddah

PPIH Siapkan Kedatangan Jemaah Haji Gelombang Kedua di Jeddah

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mulai mematangkan persiapan untuk menyambut jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, seiring berakhirnya fase kedatangan gelombang pertama di Madinah. Hingga 5 Mei pukul 06.00 WAS, tercatat sebanyak 89.377 jemaah telah tiba di tanah suci.

Data yang dilansir dari Detikcom menunjukkan bahwa total jemaah tersebut terbagi dalam 230 kelompok terbang (kloter). Dari keseluruhan jemaah yang sudah mendarat, terdapat 19.315 orang yang masuk dalam kategori lanjut usia (lansia).

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa proses pendaratan di Madinah tetap berlangsung sampai 7 Mei dini hari sebelum seluruh operasional dipindahkan ke Jeddah. Pihaknya telah mengatur pengerahan personel untuk memastikan kelancaran transisi tersebut.

"Untuk gelombang kedua kita sudah mulai persiapkan. Nanti ada dua regu yang akan kita berangkatkan lebih awal ke Jeddah untuk menerima kedatangan jemaah haji kita pada tanggal 7 Mei pukul 06.00 pagi. Rencananya jemaah pertama yang mendarat dari kloter LOP 12," ujar Abdul Basir, Kepala Daker Bandara.

Mengenai alur teknis di bandara, Basir memastikan penggunaan jalur Fast Track di Gate A dan Gate B, serta jalur reguler di Gate D dan E tetap dipertahankan. Namun, pengaturan ini akan bersifat dinamis mengikuti tingkat kepadatan lalu lintas penerbangan di lokasi.

Kondisi geografis di bandara Jeddah dinilai lebih memudahkan mobilitas karena jarak antar gerbang hanya sekitar 800 meter dengan medan yang rata. PPIH juga telah menyediakan fasilitas tambahan berupa tiga unit mobil golf untuk mendukung pergerakan petugas dan jemaah lansia.

"Insya Allah lebih nyaman buat petugas. Kita juga di sana nanti didukung dengan mobil golf, ada 3 unit yang kita sewa. Ini untuk mobilitas teman-teman petugas sekaligus membantu mengantar jemaah haji lansia," kata Abdul Basir, Kepala Daker Bandara.

Terdapat perbedaan signifikan pada gelombang kedua ini, di mana seluruh jemaah diwajibkan telah mengenakan pakaian ihram sejak keberangkatan dari embarkasi di tanah air. Petugas di lapangan memiliki tanggung jawab ekstra untuk memastikan kesiapan ibadah jemaah saat tiba.

"Mereka turun dari pesawat itu sudah kondisi berihram dan harusnya sudah berniat umrah sejak di Yalamlam. Petugas pembimbing ibadah nanti yang akan mengingatkan kembali kepada jemaah untuk berniat dan mengecek kembali syarat sahnya berihram," terang Abdul Basir, Kepala Daker Bandara.

Artikel terkait

Rekomendasi