PT Pertamina (Persero) menggalakkan pemahaman transisi energi serta penguasaan Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) bagi pelajar melalui program Sekolah Energi Berdikari demi mempersiapkan generasi muda yang adaptif, seperti dilansir dari Native.
Langkah tersebut diambil menyusul adanya data yang menunjukkan tingkat peminatan terhadap bidang STEM di kalangan siswa Indonesia baru mencapai angka 18 persen.
Edukasi sejak dini dinilai menjadi strategi krusial mengingat Indonesia mempunyai cadangan energi nonfosil dalam jumlah besar.
VP CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Ariffianto menjelaskan bahwa inisiatif ini juga berjalan beriringan dengan komitmen ganda perusahaan dalam menjaga pasokan migas nasional sekaligus mempercepat pemanfaatan energi terbarukan.
"Transisi energi dan penguatan STEM harus diperkenalkan sejak awal agar generasi muda memiliki kesiapan dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan energi masa depan," ujar Rudi.
Dukungan terhadap langkah ini turut disampaikan oleh pihak eksternal yang melihat pentingnya sinergi antarsektor demi menyukseskan program keberlanjutan lingkungan hidup dari pemerintah.
Ketua Yayasan Berkat Budaya Sejahtera, Glory Oyong menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat edukasi keberlanjutan bagi generasi muda.
Respons positif juga datang dari pihak institusi pendidikan yang menilai program ini sejalan dengan target capaian lingkungan di sekolah.
Kepala Sekolah SMAN 40 Jakarta, Adriansyah menyambut positif kerja sama ini dan menyebut program ini relevan dengan komitmen sekolah yang berupaya meraih predikat Adiwiyata Mandiri.
"Ini momentum baik isu lingkungan dipadukan dengan energi dan STEM," katanya.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menegaskan bahwa kemitraan dengan dunia pendidikan merupakan bagian dari visi jangka panjang perseroan.
"Melalui sinergi sektor pendidikan, komunitas dan pemangku kepentingan, Pertamina terus mendorong ekosistem pembelajaran yang memperkuat kapasitas generasi muda sebagai fondasi ketahanan energi nasional dan keberlanjutan energi masa depan," tutup Baron.