Pesawat Frontier Airlines Flight 4345 menabrak seorang laki-laki hingga tewas saat melakukan prosedur lepas landas di Bandara Internasional Denver, Amerika Serikat, pada Jumat (8/5/2026) pukul 23.19 waktu setempat. Insiden tragis ini mengakibatkan kebakaran pada mesin pesawat dan melukai sejumlah penumpang.
Sebanyak 231 orang berada di dalam pesawat saat kecelakaan terjadi sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Pihak otoritas bandara segera mengevakuasi seluruh penumpang kembali ke terminal setelah proses lepas landas dibatalkan secara mendadak akibat benturan tersebut.
Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, mengungkapkan bahwa korban diduga kuat masuk ke area terlarang secara ilegal sebelum insiden terjadi. Berdasarkan laporan awal, pria tersebut memanjat pagar pembatas bandara dan berlari menuju jalur pacu pesawat yang sedang melaju kencang.
"Penyusup di landasan itu kemudian tertabrak Frontier Airlines Flight 4345 saat pesawat melaju dengan kecepatan tinggi untuk lepas landas. Pilot langsung menghentikan prosedur take-off," kata Duffy.
Duffy menambahkan bahwa investigasi mendalam sedang dilakukan untuk memastikan bagaimana protokol keamanan bisa ditembus oleh warga sipil. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas area operasional penerbangan dari pihak luar.
"Tidak seorang pun boleh memasuki area bandara secara ilegal," ujarnya.
Pihak pengelola Denver International Airport menyatakan bahwa pemeriksaan fisik pada infrastruktur keamanan telah dilakukan pascakejadian. Meskipun ada penyusup, mereka mengonfirmasi bahwa pagar pembatas bandara ditemukan dalam kondisi tetap utuh.
"Kami sangat berduka atas insiden ini dan menyampaikan simpati kepada semua pihak yang terdampak," tulis pengelola bandara.
Rekaman percakapan antara awak pesawat dan menara kontrol lalu lintas udara (ATC) mengonfirmasi situasi darurat di landasan. Pilot melaporkan adanya tabrakan fisik yang diikuti dengan kegagalan fungsi mesin yang signifikan.
"Kami baru saja menabrak seseorang, mesin kami terbakar," kata pilot.
Salah satu penumpang, Jose Cervantes, memberikan kesaksian mengenai kepanikan yang terjadi di dalam kabin saat pesawat mendadak berhenti. Ia menyebutkan adanya suara keras dan kilatan api yang terlihat dari jendela pesawat sebelum asap mulai masuk ke ruang penumpang.
"Kami merasakan benturan dan mendengar ledakan. Saya melihat sayap kanan pesawat terbakar," ujar Cervantes.
Dampak dari kecelakaan ini menyebabkan 12 orang mengalami luka-luka, dengan lima di antaranya harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Investigasi gabungan kini sedang dipimpin oleh aparat setempat bersama Federal Aviation Administration (FAA) dan Transportation Security Administration (TSA).