Pesawat Frontier Airlines Tabrak Penyusup Hingga Tewas di Denver

Pesawat Frontier Airlines Tabrak Penyusup Hingga Tewas di Denver

Sebuah pesawat Frontier Airlines yang tengah lepas landas menuju Los Angeles menabrak seorang penyusup hingga tewas di landasan pacu Bandara Internasional Denver pada Jumat malam, 8 Mei 2026. Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.19 waktu setempat ini menyebabkan kebakaran pada salah satu mesin pesawat dan memaksa evakuasi darurat bagi ratusan penumpang.

Data dari Flightradar24 menunjukkan pesawat Airbus A321 tersebut sedang berakselerasi dengan kecepatan sekitar 146 mil per jam sebelum membatalkan lepas landas. Pihak bandara mengonfirmasi bahwa korban tewas setelah memanjat pagar perimeter dan berlari ke arah landasan pacu 17L hanya dua menit sebelum benturan terjadi.

Menteri Transportasi Sean Duffy mengonfirmasi melalui platform X bahwa individu tersebut merupakan penyusup yang sengaja menerobos keamanan bandara. Investigasi awal mencatat adanya 12 orang yang terluka ringan dalam proses evakuasi, dengan lima di antaranya dilarikan ke rumah sakit setempat.

"NTSB is coordinating with the FAA, Denver airport operations and local law enforcement to collect information about the event but we do not have any details to share at this time." kata pihak National Transportation Safety Board (NTSB) dalam pernyataan resmi pada Sabtu sore.

Pejabat terkait menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk mengumpulkan rincian lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut. Duffy menekankan pentingnya menjaga integritas area bandara dari akses ilegal.

"No one should EVER trespass on an airport," tulis Duffy, Menteri Transportasi Amerika Serikat.

Ia juga menegaskan bahwa penegak hukum setempat sedang mendalami pelanggaran keamanan ini dengan dukungan dari FAA dan TSA. Dalam komunikasi radio penerbangan, pilot segera melaporkan situasi darurat kepada petugas kontrol lalu lintas udara (ATC).

"We just hit somebody. We have an engine fire," ujar Pilot Frontier Airlines kepada pengendali bandara.

Sesaat setelah benturan, pilot menginformasikan bahwa terdapat ratusan jiwa di dalam pesawat yang terancam oleh api di bagian mesin. Awak kabin segera mengambil langkah pengamanan untuk menurunkan seluruh penumpang.

"There was an individual walking across the runway," kata Pilot tersebut saat memberikan laporan lanjutan mengenai keberadaan penyusup.

Frontier Airlines menyatakan rasa duka mendalam atas kejadian tragis yang melibatkan masyarakat sipil tersebut. Maskapai memastikan investigasi internal sedang dilakukan berkoordinasi dengan otoritas keselamatan.

"We are investigating this incident and gathering more information in coordination with the airport and other safety authorities," ungkap pihak Frontier Airlines.

Perusahaan menegaskan komitmennya untuk bekerja sama penuh dengan tim penyelidik guna memahami kronologi lengkap kejadian. Mereka juga menyampaikan keprihatinan atas dampak yang dialami para penumpang.

"We are deeply saddened by this event," tegas perwakilan Frontier Airlines.

Penumpang bernama Jose Cervantes menceritakan momen mencekam saat pesawat mulai terangkat dari landasan sebelum terdengar suara dentuman keras. Ia menyaksikan api berkobar dari sisi kanan pesawat yang ia tumpangi.

"I looked to my right, and I just see the right wing just on fire and like, itโ€™s exploding," kata Jose Cervantes kepada afiliasi CNN, KCNC.

Cervantes mengaku sangat ketakutan karena asap mulai memenuhi ruang kabin dengan sangat cepat. Ia sempat mengkhawatirkan keselamatan nyawanya saat melihat kobaran api tersebut.

"The aircraft lands back down, and they kind of like swivel side to side, and then they stop, shut it off right away, and then the cabin starts to fill up with smoke," papar Jose Cervantes.

Ia juga menggambarkan kepanikan yang terjadi di dalam pesawat saat menyadari situasi yang membahayakan. Cervantes mengira pesawat akan terbakar habis sebelum evakuasi dilakukan.

"I thought I was going to burn to death. You know, when I just saw the fire and the smoke, I just thought I was going to burn," kenang Jose Cervantes.

Menurut penuturan Cervantes, ibunya turut menjadi korban luka saat meluncur turun melalui perosotan darurat. Meskipun tidak ada patah tulang, ibunya tetap membutuhkan pemeriksaan medis di unit gawat darurat.

"My mom actually ended up going straight down the slide and like locking her knee when she hit the floor," jelas Jose Cervantes.

Cervantes menambahkan bahwa perawatan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi fisik ibunya stabil. Di sisi lain, penumpang Iga Zadzilko membagikan pengalaman serupa mengenai ketidaktahuan penumpang di tengah kekacauan.

"We immediately stopped. People started like crying, shouting -- no one knew what happened," kata Iga Zadzilko kepada ABC News.

Zadzilko memuji ketenangan awak kabin dan pilot yang berhasil mengendalikan situasi di tengah kepanikan massal. Ia merasa beruntung seluruh penumpang dan kru dapat keluar dari pesawat dengan selamat.

"Mentally, everyone I feel like is stressed and anxious," tambah Iga Zadzilko mengenai kondisi psikologis para penumpang pascakejadian.

John Anthens yang bepergian bersama putranya juga memberikan kesaksian mengenai ledakan yang terdengar sangat keras dari arah sayap pesawat. Baginya, suara tersebut menyerupai ledakan bom yang menggetarkan badan pesawat.

"I saw a little spark, and then I saw and heard a big explosion, like a bomb going off," tutur John Anthens kepada CNN.

Trauma akibat insiden tersebut membuat Anthens dan anaknya memutuskan untuk membatalkan penerbangan pengganti dan memilih menempuh perjalanan darat. Bandara Internasional Denver sendiri telah membuka kembali Landasan Pacu 17L pada Sabtu pagi pukul 11.00 setelah pemeriksaan menyeluruh dilakukan.

Artikel terkait

Rekomendasi