Seorang jemaah haji bernama Siti Hodijah (61) kehilangan paspor menjelang naik ke pesawat di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, pada Rabu (3/6/2026) sore. Penanganan dokumen darurat langsung diprioritaskan oleh petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara demi kelancaran kepulangan jemaah kloter JKG 4 tersebut, dilansir dari Detikcom.
Siti Hodijah, yang bekerja sebagai pedagang kopi keling di Pelabuhan Tanjung Priok, sempat syok karena mengira tidak bisa kembali ke tanah air. Petugas daker bandara segera mengambil langkah taktis untuk menenangkan psikologis janda yang ditinggal wafat suaminya sejak 2016 itu.
"Tadinya nangis Emak. Katanya Emak enggak boleh pulang. Akhirnya Emak😭 menangis," kata Emak Ijah dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di Bandara Jeddah.
Pihak Daker Bandara langsung mengurus administrasi darurat dengan melayangkan surat permohonan ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Langkah ini diambil agar dokumen pengganti paspor bisa segera diproses sore itu juga.
"Nah, ini penanganannya adalah kami di Daerah Kerja Bandara ini membuat permohonan ke KJRI. KJRI untuk diterbitkan yang kita sebut atau kita kenal dengan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor). Nah, nanti SPLP telah terbit, kemudian akan diambil," jelas Aruji Maswatu, Sekretaris Daker Bandara.
Sembari menunggu dokumen selesai, petugas membawa Siti Hodijah ke fasilitas penginapan khusus milik petugas Daker Bandara di Hotel Ashil agar bisa beristirahat dengan layak. Petugas bernama Wahidin Hasan juga berinisiatif menghubungi pihak keluarga di Indonesia untuk mengabarkan situasi tersebut.
Aruji Maswatu menambahkan bahwa setelah SPLP terbit, otoritas haji akan menyisipkan nama Siti Hodijah ke jadwal penerbangan paling cepat. Jemaah dipastikan tidak harus menunggu kloter JKG berikutnya jika terdapat kursi kosong di penerbangan menuju Jakarta.
"Ya Allah, terima kasih para petugas haji yang di Madinah, maupun yang Hotel. Petugas-petugasnya istimewa semua, terima kasih. Emak cuman punya doa dan doa, mudah-mudahan mereka dipanjangkan sama Allah kesehatannya, umur yang panjang ya Allah. Diberikan ya Allah dia ketulusan hati yang tulus untuk menjalankan tugas-tugasnya," tutur Emak Ijah dengan penuh haru.
Bagi jemaah yang merayakan hari ulang tahun ke-61 saat berada di Tanah Suci ini, kesempatan beribadah haji merupakan kado terindah yang tidak pernah ia bayangkan. Pihak Daker Bandara mengimbau jemaah haji lain pada gelombang kepulangan agar lebih disiplin menjaga dokumen utama mereka.