Arus lalu lintas di Jalan Raya Lenteng Agung menuju Depok, Jakarta Selatan, mulai dapat diakses kembali melalui ketiga lajurnya pada Jumat, 29 Mei 2026 sore, setelah petugas memasang pelat besi di atas titik aspal yang amblas.
Berdasarkan laporan detikcom di lokasi kejadian pukul 15.24 WIB, arus kendaraan di sekitar area terdampak masih mengalami perlambatan akibat pengemudi yang berhati-hati saat melintasi pelat besi tersebut. Penjagaan dan pengaturan arus lalu lintas dilakukan oleh personel kepolisian, Dinas Perhubungan, PPSU, Dinas Bina Marga, serta Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta.
Otoritas kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa pembukaan lajur ini dilakukan demi mengurai kepadatan kendaraan masyarakat yang menuju ke wilayah penyangga Jakarta.
"Bisa ngalir dulu, supaya bisa mengakomdir masyarakat yangg ingin ke arah Depok," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, di lokasi.
Sebelum pemasangan pelat besi tersebut dilakukan, amblasnya tanah di kawasan Srengseng Sawah ini sempat menyebabkan satu unit sepeda motor terperosok ke dalam lubang berukuran besar di tengah jalan. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan insiden pada pukul 04.15 WIB untuk mengevakuasi kendaraan korban.
"Objek evakuasi, motor terperosok ke dalam lubang di tengah jalan," kata Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaksel, Asril Rizal.
Guna mengatasi kepadatan yang timbul akibat kerusakan jalan dekat Gang Empang tersebut, Dinas Perhubungan DKI Jakarta sempat menerapkan skema rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas untuk seluruh jenis kendaraan.
"Pengaturan lalu lintas dan pengalihan arus segera dilakukan untuk mengurangi kepadatan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga," kata Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Hermawan mengutip Antara, Jumat (29/5).
Pihak dinas terkait juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para pengguna jalan atas hambatan mobilitas yang terjadi di jalur utama menuju Depok tersebut.
"Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ucap Ujang.
Masyarakat diminta untuk mematuhi rambu serta arahan dari petugas yang bersiaga di lapangan, serta disarankan menggunakan rute alternatif guna menghindari titik pemulihan jalan.
"Kami mengajak masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi dan sebisa mungkin menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan," ujar Ujang.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, rekayasa lalu lintas yang disiapkan meliputi izin melintas bagi roda dua di lajur paling kanan atau dialihkan secara situasional melalui Jalan Gardu menuju Jalan Akses UI. Sementara itu, kendaraan roda empat diarahkan berputar balik di Perlintasan KA Universitas Pancasila menuju Jalan Kahfi II, sedangkan kendaraan bertonase besar dialihkan dari Simpang Jalan TB Simatupang menuju Jalan Tol Desari, Jalan Raya Bogor, atau Jalan Tol Jagorawi.
Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan menyatakan kerusakan aspal ini terdeteksi terjadi bertahap sejak Rabu, 27 Mei 2026, dan penanganan awal telah menggunakan material aspal dingin. Hasil koordinasi dengan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan mengindikasikan dugaan awal amblasnya jalan dipicu oleh gangguan pada saluran air di bawah struktur badan jalan.