Sejumlah koper jemaah haji Indonesia terpaksa dibongkar oleh petugas penerbangan karena kedapatan membawa barang-barang unik dalam jumlah berlebihan pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penemuan muatan tidak biasa seperti makanan tradisional hingga ratusan slop rokok ini dilansir dari Nasional terjadi di Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan Embarkasi Solo.
Pemeriksaan koper milik jemaah asal embarkasi Palembang dilakukan oleh petugas x-ray Bandara Jeddah pada Senin (11/5/2026). Petugas membongkar paksa bagasi tersebut setelah mencurigai tumpukan benda berukuran kecil yang memenuhi seluruh isi koper.
Tim Bagasi Bandara Jeddah Muhammad Riza Fahlevi mengonfirmasi bahwa kecurigaan awal muncul lantaran muatan asing tersebut dibawa dalam volume yang tidak wajar. Setelah koper dibuka, barang tersebut dipastikan berupa lauk pauk matang.
"Ternyata ada tempe orek berkilo-kilogram, kami lalu menjelaskan pada petugasnya bahwa itu makanan," kata dia saat ditemui di Bandara Jeddah.
Petugas bandara juga melakukan pemeriksaan mendalam terhadap koper lain yang berisi minyak zaitun. Pengetatan ini bukan karena larangan membawa cairan tersebut, melainkan akibat penggunaan lakban berlapis yang membungkus seluruh kemasan botol.
"Kemasan itu yang membuat petugas XRay curiga dan meminta pembongkaran," ujar dia.
Penyitaan berskala besar kemudian terjadi pada Sabtu (16/5/2026) setelah petugas menemukan 100 slop rokok di dalam koper jemaah. Otoritas Bea Cukai Arab Saudi langsung mengambil tindakan tegas dengan menahan mayoritas barang bawaan ilegal tersebut.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi Abdul Basir memaparkan bahwa sanksi penyitaan diaplikasikan terhadap 98 slop rokok. Regulasi setempat menetapkan batas maksimal komoditas tembakau yang boleh dibawa masuk oleh setiap individu.
"Untuk rokok-rokok yang didapatkan di dalam koper itu sudah disita oleh pihak Bea Cukai Arab Saudi, dan masalah sudah selesai," katanya.
Pihak berwenang Arab Saudi pada dasarnya tidak melarang masuknya rokok asalkan melalui prosedur yang legal. Bawaan dalam jumlah besar tanpa dokumen resmi akan dikurangi secara paksa agar sesuai dengan standar hukum yang berlaku.
"Tadi malam koper jemaah yang dibuka itu sudah diserahkan kembali kepada jemaahnya, dan jemaah masih tetap diberikan haknya untuk boleh membawa rokok dalam batas maksimal dua slop," kata Abdul.
Peristiwa serupa juga mewarnai proses keberangkatan di dalam negeri, tepatnya di Embarkasi Haji Solo, Jawa Tengah. Petugas menemukan alat perlengkapan rumah tangga serta bumbu masak mentah di dalam koper calon jemaah.
Wakil Kepala Bidang Perbekalan PPIH Embarkasi Solo, David Fajar Saputra, mendeteksi keberadaan cobek batu tersebut dari tas milik seorang jemaah wanita kloter pertama asal Kabupaten Tegal. Beberapa bahan pokok dapur seperti cabai dan merica juga ikut disita dari tempat yang sama.
"Kemarin yang sempat kita ketemukan itu di kloter awal itu ada cobek. Mungkin dia bawa itu kangen masakannya di sana tidak sesuai mau bikin sambel di sana. Bisa jadi seperti itu. Termasuk ulekan dan beberapa bahan pangan seperti lombok atau merica," kata David di Embarkasi Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/4/2026).
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak telah menerbitkan maklumat resmi pada 20 April 2026 agar jemaah tidak membawa rokok dalam jumlah banyak. Tindakan membawa rokok berlebih dikategorikan sebagai perbuatan melanggar hukum, terutama jika bermotif perdagangan.
"Jangan bawa rokok, itu ilegal, karena banyak jemaah yang bawa rokok banyak-banyak berpak-pak dengan maksud jualan. Jadi tidak boleh ada bawa rokok, atau barang-barang yang mau dijual dan sebagainya," katanya seperti dilansir TV Muhammadiyah, dikutup Kompas.com, Senin (18/5/2026).
Kementerian Haji dan Umrah meminta seluruh jemaah untuk memprioritaskan kebutuhan pokok berupa sandang dan pangan secara proporsional. Penggunaan instrumen keuangan digital juga disarankan demi keamanan selama berada di Tanah Suci.
"Jadi pastikan bahwa pakaian, kemudian konsumsi secukupnya segala macam. Kemudian jangan bawa uang berlebihan, uang cash. Karena di sana kan banyak ATM yang bisa digunakan, dan transaksi online juga masih bisa digunakan di Tanah Haram," ucapnya.