Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh Amerika Serikat dan Israel berupaya memecah belah dan mengadu domba negara-negara muslim di kawasan. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi di Teheran pada Minggu (17/5/2026), sebagaimana dilansir dari Kompas.
Sikap agresif dari pihak asing tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan prinsip politik luar negeri yang dijalankan oleh Teheran saat ini. Pihak pemerintah Iran menegaskan komitmen mereka untuk terus membangun stabilitas dan perdamaian bersama para tetangga di kawasan regional.
“Iran berupaya menjalin hubungan yang ramah, stabil, dan berkelanjutan berdasarkan persahabatan yang baik dengan negara-negara muslim di kawasan ini,” katanya dikutip dari Fars.
Pezeshkian menilai upaya infiltrasi asing sengaja dilakukan untuk merusak solidaritas umat Islam. Rasa saling tidak percaya antarnegara sengaja diembuskan melalui berbagai proyek yang dirancang khusus oleh pihak sekutu.
“Tetapi, Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel) selalu berusaha, melalui proyek-proyek yang memecah belah dan menciptakan ketidakpercayaan, untuk mengadu domba negara-negara muslim satu sama lain,” sambungnya.
Kecaman keras juga diarahkan terhadap serangkaian operasi militer yang diluncurkan oleh pihak Washington dan Tel Aviv di wilayah Iran. Serangan tersebut telah mengakibatkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah tokoh dan warga sipil.
“Mereka melakukan kejahatan berat yang melanggar semua norma kemanusiaan, hukum, dan internasional,” tutur sang presiden.
Aksi kekerasan bersenjata itu dinilai telah melampaui batas toleransi moral dan tidak dapat diterima oleh akal sehat. Pezeshkian mengonfirmasi adanya agenda politik terselubung di balik agresi militer tersebut untuk menciptakan instabilitas serta merongrong pemerintahan Iran.
“Tetapi mereka tidak pernah membayangkan bangsa Iran yang agung, mulia, dan sadar akan berdiri di samping negara mereka dengan koherensi dan kekuatan,” ucapnya.