PLN Pulihkan Sistem Transmisi Pascanyala Padam Massal di Sumatera

PLN Pulihkan Sistem Transmisi Pascanyala Padam Massal di Sumatera

PT PLN (Persero) bergerak cepat memulihkan gangguan kelistrikan massal yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam. Pemadaman listrik total tersebut dipicu oleh gangguan cuaca yang merusak sistem transmisi utama.

Wilayah yang mengalami dampak pemadaman meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga Jambi. Dilansir dari Suara, gangguan pada interkoneksi sistem kelistrikan ini terjadi sejak pukul 18.44 WIB.

Pihak manajemen segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengatasi situasi tersebut. Langkah perbaikan langsung diambil guna menstabilkan kembali pasokan daya ke rumah-rumah warga.

"Kami atas nama PT PLN Persero ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang berada di Sumatera, terutama di Jambi, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Utara, dan Aceh karena adanya gangguan di sistem kelistrikan sejak tadi malam," ujar Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero) saat menggelar konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (23/5/2026).

Manajemen perusahaan langsung melaporkan insiden matinya aliran listrik ini kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. PLN kemudian mendapat instruksi strategis untuk mempercepat proses pemulihan di lapangan.

"Dan di saat itu juga kami mendapatkan arahan dari Kementerian agar terus melakukan berbagai langkah untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatera yang mengalami gangguan ini," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero).

Investigasi awal menunjukkan bahwa faktor alam menjadi penyebab utama kolapsnya jaringan interkoneksi regional tersebut. Gangguan cuaca buruk merusak jalur distribusi utama yang menghubungkan wilayah di Jambi.

"Ini sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275 KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi, yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut, dan sistem transmisi tersebut keluar dari sistem kelistrikan Sumatera," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero).

Kerusakan pada jalur utama transmisi setinggi 275 KV itu kemudian menciptakan efek domino ke fasilitas pembangkit terdekat. Kehilangan beban secara mendadak membuat pasokan energi menjadi tidak seimbang.

"Ada sebagian wilayah di mana karena bebannya itu hilang maka terjadi over supply. Frekuensi sistem kelistrikan di daerah tersebut naik dan tegangannya juga naik sehingga pembangkitnya langsung secara otomatis keluar dari sistem," jelas Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero).

Petugas teknis PLN langsung diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pada seluruh infrastruktur kelistrikan yang terdampak. Proses pemulihan gardu induk dan jaringan transmisi berhasil diselesaikan dalam waktu singkat.

"Kami melakukan asesmen apakah ada dampak kerusakan pada gardu induk dan juga sistem transmisi kami. Dan alhamdulillah dalam waktu sekitar 2 jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi bisa kami pulihkan," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero).

Aliran listrik dilaporkan mulai mengalir kembali ke rumah pelanggan secara bertahap sejak Sabtu (23/5/2026) pukul 03.00 WIB dini hari.

Artikel terkait

Rekomendasi