Aparat kepolisian tengah mendalami dugaan praktik eksploitasi seksual anak yang melibatkan seorang wisatawan asal Jepang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Kasus ini mencuat ke publik setelah narasi mengenai aktivitas ilegal tersebut menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Dikutip dari Suara, dugaan praktik prostitusi anak ini memicu kemarahan luas di media sosial X. Hal ini bermula dari unggahan akun @hunter_tnok yang membeberkan kronologi aktivitas pria warga negara asing tersebut selama berada di Jakarta.
"Seorang pria Jepang melakukan perjalanan ke Jakarta, ibu kota Indonesia, terlibat dalam prostitusi anak, dan merekamnya," tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Informasi yang beredar menyertakan tangkapan layar dari akun @onepunchman771 yang ditengarai milik pelaku. Dalam unggahan itu, pria tersebut menceritakan pengalamannya saat berurusan dengan aparat hukum di Indonesia pada tahun lalu.
Berdasarkan terjemahan yang dibagikan, pria Jepang tersebut mengaku pernah digerebek oleh pihak kepolisian di sebuah kamar hotel pada 15 Agustus 2025. Namun, ia mengklaim berhasil dibebaskan tanpa tuntutan hukum apa pun.
"Pada malam tanggal 15 Agustus 2025, polisi menggerebek kamar hotelnya, tetapi ia dibebaskan tanpa dakwaan dan meninggalkan negara itu dengan selamat," tulis akun tersebut dalam terjemahan unggahan yang beredar.
Publik memberikan reaksi keras karena pelaku mengklaim petugas yang memeriksa ponselnya bersikap santai terhadap rekaman video yang ada. Hal ini dianggap mencoreng citra penegakan hukum terkait perlindungan anak di Indonesia.
Akun @hunter_tnok bahkan menuding adanya tren wisata seks anak ke Indonesia di kalangan oknum warga Jepang tertentu. Mereka diduga memanfaatkan celah hukum yang dianggap lemah dalam menindak kasus eksploitasi seksual.
"Polisi Indonesia sangat lunak terhadap wisatawan seks anak sehingga sejumlah besar pedofil Jepang melakukan perjalanan ke Indonesia," tulis akun tersebut.
Pelaku dikabarkan merasa aman untuk berulang kali mendatangi Indonesia tanpa rasa takut akan hukuman berat. Ia bahkan menggunakan dalih pemberian uang sebagai bentuk bantuan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Dia mengklaim bahwa dengan terlibat dalam prostitusi anak, dia memberikan amal yang bermaksud baik kepada anak-anak miskin di Indonesia," lanjut unggahan tersebut.
Langkah Penyelidikan Kepolisian
Menanggapi keresahan masyarakat, Polda Metro Jaya memastikan bahwa proses hukum sedang berjalan. Penyelidikan dilakukan secara kolektif dengan melibatkan berbagai satuan kerja khusus guna mengusut tuntas dugaan tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa penyelidikan saat ini dilakukan lintas direktorat. Pihaknya berkoordinasi dengan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA/PPO), Direktorat Siber, hingga jajaran Polres Metro Jakarta Selatan.