Sebanyak 7.345 personel gabungan kepolisian disiagakan untuk mengamankan tiga aksi demonstrasi yang berlangsung di wilayah Jakarta Pusat pada Rabu (20/5/2026). Aparat kepolisian memfokuskan pengamanan di sejumlah titik aksi guna memastikan situasi tetap kondusif sejak pagi hingga siang hari.
Pengerahan ribuan personel ini dilakukan untuk mengawal massa yang tersebar di tiga lokasi berbeda. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Megapolitan, aksi unjuk rasa tersebut melibatkan kelompok masyarakat, guru, hingga mahasiswa.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa aksi pertama dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB di depan Gedung DPR/MPR, Senayan. Massa dari Pengurus Besar Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) hadir untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
"Pukul 08.00 WIB ada unjuk rasa memperingati Hari Kebangkitan Nasional oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI)," ujar Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat.
Aksi kemudian berlanjut pada pukul 10.00 WIB di JiExpo Kemayoran yang terkonsentrasi oleh massa dari DPC GRIB Jaya Kota Jakarta Pusat. Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM SI) Kerakyatan menggelar aksi ketiga di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, pada pukul 13.00 WIB.
Pihak kepolisian juga menyiapkan langkah antisipasi terkait arus kendaraan di sekitar lokasi unjuk rasa. Iptu Erlyn Sumantri menegaskan bahwa skema pengalihan arus kendaraan akan diterapkan secara kondisional di lapangan.
"Warga bisa mencari jalan alternatif lain selama unjuk rasa berlangsung," tutur Erlyn Sumantri, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat.
Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut akan diberlakukan secara situasional oleh petugas. Langkah ini diambil dengan menyesuaikan kondisi riil dan jumlah massa yang memadati jalanan.