Aparat kepolisian mengungkap fakta terbaru terkait kasus pencurian rumah mewah di Kota Bogor yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal China. Para pelaku teridentifikasi sempat melakukan komunikasi dengan beberapa nomor telepon di Indonesia sebelum melancarkan aksinya.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya kini sedang mendalami isi percakapan tersebut. Analisis dilakukan secara mendalam mengingat adanya kendala bahasa yang digunakan oleh para pelaku.
"Memang ada percakapan yang sedang kita analisa yang dimiliki oleh para pelaku ini. Kita sedang dalami karena terkait bahasa," ujar Aji di Polresta Bogor Kota, Selasa (5/5/2026), dikutip dari Megapolitan.
Penyelidikan sementara menunjukkan adanya interaksi dengan nomor lokal yang identitas pemiliknya masih ditelusuri. Pihak kepolisian berusaha mengungkap hubungan antara para pelaku dengan pemilik nomor Indonesia tersebut.
"Ada memang ada ditemukan beberapa nomor Indonesia yang dihubungi oleh yang bersangkutan. Jadi kita sedang dalami siapa yang dihubungi oleh yang bersangkutan, apa hubungannya, dan seperti itu," lanjutnya.
"Ada beberapa komunikasi dengan nomor Indonesia. Ini kita sedang dalami nih. Kita sedang dalami," tambah Aji.
Aksi pencurian tersebut berlangsung pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 20.45 WIB di Jalan Cendana, Bogor Selatan. Berdasarkan analisis rekaman CCTV, terdapat tiga orang pelaku yang memiliki ciri fisik berbeda.
Dua pelaku digambarkan memiliki perawakan badan yang tegap dan tinggi. Sementara itu, satu orang pelaku lainnya diketahui memiliki postur tubuh yang lebih pendek dibanding rekan-rekannya.
"Jadi berdasarkan CCTV, berdasarkan analisa ada terlihat dua orang pelaku berbadan tegap dan tinggi. Sedangkan satu orang lainnya berbadan pendek," kata Aji.
Ketiga pencuri tersebut menggunakan modus penyamaran yang cukup unik dengan memakai topeng bergambar wajah bintang sepak bola Argentina, Lionel Messi. Dalam rekaman tersebut, mereka terdengar berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin.
"Jadi semua orang itu pakai topeng sepak bola. Kemudian di CCTV kalau misalkan didengar betul-betul, ngobrol bahasa Cina, bahasa Mandarin," tutur Aji.
Saat beraksi, para pelaku melengkapi diri dengan sarung tangan hitam, sepatu sneakers, serta membawa dua batang besi berwarna jingga. Alat tersebut digunakan untuk membobol pintu masuk dan merusak brankas milik korban.
"Kemudian dua pelaku memakai kaos hitam bertuliskan 'REPEIRS' di bagian punggung. Dan satu pelaku yang berbadan pendek membawa tas punggung warna hitam," ujarnya.
Korban Mendapat Notifikasi Saat di Luar Negeri
Pemilik rumah bernama Susanto sedang tidak berada di kediamannya saat peristiwa terjadi karena tengah berlibur ke Tiongkok sejak Jumat (18/3/2026). Ia baru menyadari adanya penyusup setelah menerima notifikasi pengawas keamanan di ponselnya.
"Namun korban baru melihat hal tersebut di jam 21.35 WIB. Setelah korban melihat hasil rekaman CCTV tersebut, benar bahwa ada orang yang masuk ke dalam rumahnya dan melakukan pencurian," jelas Aji.
Korban segera meminta bantuan orang tua dan petugas keamanan untuk memeriksa kondisi rumah. Setibanya di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB, kondisi bangunan sudah berantakan dengan banyak barang berharga yang telah raib.
"Pelaku melakukan hal tersebut dengan cara masuk melalui pagar belakang rumah, kemudian merusak pintu kamar milik korban, kemudian mengambil barang-barang berharga milik korban," ucapnya.
Penangkapan di Bandara Bali
Pelarian ketiga pelaku berakhir di Bali saat mereka mencoba terbang ke luar negeri. Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai mengamankan mereka di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada Sabtu (2/5/2026).
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, mengonfirmasi identitas ketiga pria tersebut adalah JW (33), RW (37), dan HL (39). Ketiganya diduga kuat sebagai komplotan pencurian dengan pemberatan yang beraksi di perumahan mewah Bogor.
"Kami mampu menangkap siapa pun yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), sepanjang informasinya disampaikan kepada Kantor Imigrasi Ngurah Rai dengan cepat dan akurat," ujar Bugie dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026).