Polisi Bongkar Industri Rumahan Vape Etomidate Milik WNA di Jakarta

Polisi Bongkar Industri Rumahan Vape Etomidate Milik WNA di Jakarta

Seorang warga negara asing berinisial CH ditangkap pihak kepolisian karena memproduksi cairan vape yang mengandung zat etomidate di sebuah apartemen kawasan Jakarta Utara pada Rabu, 6 Mei 2026. Penangkapan pria berusia 50 tahun ini bermula dari pengembangan kasus dugaan penyekapan anak di bawah umur di wilayah Ancol.

Aktivitas ilegal tersebut dilakukan tersangka di lokasi yang berbeda dari tempat penyekapan awal sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ari Galang Saputra, menjelaskan bahwa pelaku telah menjalankan bisnis ini selama beberapa bulan terakhir.

"Jadi menurut dari keterangan dari tersangka, memang dia tidur di situ dan dia juga membuat (vape etomidate) di situ. Dia juga sudah melaksanakan kegiatan itu sudah cukup lama, sudah beberapa bulan terakhir," kata Galang, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara.

Petugas melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda untuk membongkar jaringan produksi ini. Pada lokasi kedua, polisi menemukan berbagai cartridge kosong, sementara di lokasi ketiga ditemukan ratusan kemasan vape siap edar beserta alat produksinya.

"Jadi untuk TKP yang ketiga ini, kita juga temukan di situ memang digunakan dia untuk home industry untuk pembuatan vape etomidate tersebut,โ€ ujar Galang.

Penyidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa seluruh bahan baku pembuatan etomidate tersebut dipasok dari luar negeri. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami jalur masuknya barang-barang kimia tersebut ke Indonesia.

"Untuk bahan bakunya itu berasal dari negara China. Untuk sementara masih kita dalami untuk pemeriksaan selanjutnya, bagaimana barang-barang itu bisa masuk," ucap Galang.

Produk vape berbahaya ini dijual secara langsung oleh tersangka kepada para konsumennya. Berdasarkan keterangan kepolisian, nilai transaksi dari penjualan produk tersebut mencapai angka yang cukup fantastis.

"Omzetnya kurang lebih bisa sampai 40 juta. Kalau dari hasil penjualan, satu kali transaksi. Kalau per bulan ini masih kita kalkulasi karena kan ada beberapa yang belum diedarkan," tutur Galang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan untuk meringkus pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan produksi vape etomidate tersebut.

โ€œUntuk sementara masih satu yang sudah kami tangkap dan sudah kami lakukan pemeriksaan selanjutnya, dan ini masih kami lakukan pengejaran untuk tersangka-tersangka yang lain,โ€ tambah Galang.

Artikel terkait

Rekomendasi