Polisi Buru Dua Pelaku Pembacokan Pria di Grogol Petamburan

Polisi Buru Dua Pelaku Pembacokan Pria di Grogol Petamburan

Seorang pria bernama Gunawan menjadi korban penganiayaan berat setelah kamarnya didobrak oleh dua orang tidak dikenal di Jalan Tomang Utara I, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu malam, 20 Mei 2026.

Aksi penyerangan bersenjata tajam tersebut mengakibatkan korban menderita luka parah akibat sabetan celurit pada bagian kepala serta tangan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

"Posisi lagi tidur. Bangun tidur, dia (pelaku) tendang pintu. Dia masuk terus udah langsung bacok-bacok saya pakai celurit itu," ungkap Gunawan ketika dimintai keterangan di rumahnya, Kamis siang, 21 Mei 2026.

Korban mengaku menerima serangan bertubi-tubi di dalam kamar tanpa sempat menyelamatkan diri ataupun mendapat bantuan dari warga sekitar.

"Bacoknya banyak. Ini ada beberapa di kepala sama tangan, mungkin sembilan bacokan ada," ucap Gunawan.

Dirinya berupaya memberikan perlawanan seadanya sebelum akhirnya berhasil melarikan diri keluar rumah dalam kondisi bersimbah darah.

"Saya melawan di sini, di dalam kamar. Kan dia bacok-bacok saya dalam kamar. Saya lari, saya melawan sedikit. Saya lengah, saya lari. Itu posisi sudah penuh bacokan, muka sudah penuh darah," kata Gunawan.

Seorang montir bengkel setempat segera memberikan pertolongan pertama kepada korban setelah warga lain sempat takut mendekat karena kondisi luka yang parah.

Gunawan mengonfirmasi bahwa insiden ini bermotif dendam pribadi terkait kecemburuan suami dari mantan rekan kerjanya, bukan tindakan perampokan jalanan.

"Tiga bulan yang lalu itu salah paham. Istrinya dia tuh pernah kerja di restoran yang sama bareng saya. Cuma agak dekat sama saya. Suaminya cemburu," ungkap Gunawan.

Korban sempat menghindari konflik dengan pulang ke kampung halaman selama satu bulan penuh setelah masa Lebaran berlalu.

Penyerangan diduga telah direncanakan oleh pelaku setelah mengetahui korban kembali ke Jakarta untuk bekerja pada awal Mei 2026.

"Mungkin dia tahu saya datang lagi. Kalau lihat di fotonya sih, yang ditunjukin polisi, itu suaminya (salah satu pelaku). Karena kan pernah lihat di foto TikTok-nya istrinya itu," ucap Gunawan.

Korban terpaksa menjalani rawat jalan dengan menerima lebih dari 100 jahitan di Rumah Sakit Sumber Waras lantaran kendala biaya operasi yang tinggi.

"Saya rawat jalan aja, enggak berani, takut enggak sanggup bayarannya kayak gitu (dirawat di rumah sakit). Kemarin aja kalau saya dioperasi tuh sampai Rp 150 juta katanya, makanya ini cuma dijahit aja," kata Gunawan.

Meski mengalami luka berat, korban bersedia menyelesaikan kasus secara kekeluargaan jika pelaku menunjukkan iktikad baik.

"Ya mudah-mudahan cepat kelar aja. Dan mungkin saya juga, kalau memang dia udah mau memaafkan, saya juga enggak mau proses dia. Yang penting dia tanggung jawab aja untuk pengobatan saya," tutur Gunawan.

Pihak kepolisian membenarkan kejadian penganiayaan mendadak tersebut dan telah mengamankan beberapa barang bukti di lokasi.

"Kronologi pembacokannya, dia juga kaget. Awalnya dia istirahat, tiba-tiba datang dua orang yang langsung melakukan penganiayaan kepada dia. Habis itu meninggalkan barang bukti, ada celurit yang ditinggalkan, sama sweater," tutur AKP Alexander Tengbunan, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan.

Kepolisian memastikan motif murni masalah asmara karena barang berharga milik korban tidak ada yang hilang.

Identitas terduga pelaku kini telah dikantongi petugas, namun proses penangkapan terkendala karena pelaku menjadi lebih waspada setelah video peristiwa tersebut viral di media sosial.

"Pelakunya sudah mulai diidentifikasi. Mungkin butuh waktu untuk ini (penangkapan), karena ini semakin viral, si pelaku ini semakin waspada," tutup AKP Alexander Tengbunan.

Artikel terkait

Rekomendasi