Polisi Buru Dua Wanita Pencuri Saldo M-Banking di Cempaka Putih

Polisi Buru Dua Wanita Pencuri Saldo M-Banking di Cempaka Putih

Aparat Polsek Cempaka Putih tengah mengejar dua wanita yang diduga melakukan pencurian ponsel serta menguras saldo m-banking dan e-wallet senilai Rp 7,5 juta milik kreator konten Berlin (28). Insiden tersebut terjadi setelah ponsel korban tertinggal di bilik photobox mal Green Pramuka Square, Jakarta Pusat, pada Senin (11/5/2026).

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa identitas kedua terduga pelaku telah dikantongi berdasarkan penyelidikan awal. Kasus ini telah dilaporkan secara resmi oleh korban sesaat setelah kejadian berlangsung, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

"Pelaku sudah teridentifikasi. Kami masih dalam pengejaran," ujar Pengky Sukmawan, Kapolsek Cempaka Putih.

Kapolsek menjelaskan bahwa pengejaran terhadap kedua tersangka terus dilakukan secara intensif. Namun, pihak kepolisian belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan para pelaku telah melarikan diri ke luar wilayah Jakarta.

"Iya kabur. Keduanya kabur," lanjut Pengky Sukmawan, Kapolsek Cempaka Putih.

Berlin selaku korban mengungkapkan bahwa wajah kedua wanita tersebut terekam sangat jelas melalui kamera CCTV yang berada di dalam bilik photobox. Berdasarkan informasi dari kepolisian dan warganet, terduga pelaku diketahui berinisial YH dan N.

"Dari CCTV yang di ruangan photobox terlihat dua wanita terduga pelaku. Wajah keduanya terlihat jelas," ujar Berlin, Korban.

Korban menambahkan bahwa salah satu pelaku, yakni YH, disinyalir merupakan residivis dalam kasus serupa beberapa tahun silam. Selain kehilangan saldo digital, Berlin kehilangan satu unit ponsel Samsung Z Flip 7 yang ditaksir seharga Rp 17,5 juta.

"Yang satu (YH) pernah ditangkap polisi karena mencuri di sebuah konser pada 2022 lalu. Tapi kemudian damai dan dilepaskan," tutur Berlin, Korban.

Hingga Jumat (15/5/2026), perangkat komunikasi milik korban dilaporkan sudah tidak aktif sehingga tidak dapat dilacak kembali. Berlin menyatakan total kerugian yang dialaminya mencapai angka puluhan juta rupiah.

"Total kerugian aku sekitar Rp 25.000.000," ujar Berlin, Korban.

Kejadian bermula saat Berlin mengunjungi mal untuk melakukan perawatan wajah dan menyempatkan diri berfoto di area photobox. Ia mengakui sempat meletakkan ponselnya di atas boks kamera sebelum akhirnya terlupa karena terburu-buru menuju lokasi perawatan.

"Aku tuh habis bayar (photobox), habis bayar pakai QRIS, aku taruh HP aku di sana. Jadi guys, hilangnya tuh di sini (photobox)," ujar Berlin, Korban.

Setelah menyadari ponselnya tertinggal sekitar 30 menit kemudian, korban segera kembali ke lokasi namun perangkat tersebut sudah raib. Ia menduga pelaku memang memiliki niat sejak awal untuk membawa lari ponsel miliknya.

"Nah, kecerobohan aku adalah aku menaruh HP aku di atas sini. Aku keluar, aku lupa, aku tinggal tuh di sana ya kan. Aku facial tuh," jelas Berlin, Korban.

Berlin sempat mencoba melakukan pelacakan mandiri menggunakan aplikasi pada perangkat lain miliknya. Hasil pelacakan menunjukkan ponsel tersebut sempat berada di wilayah Johar Baru sebelum akhirnya sinyal GPS terputus.

"Pas aku cek, HP aku udah jauh, padahal bedanya cuma setengah jam dari HP aku ketinggalan," tutur Berlin, Korban.

Korban menilai para pelaku sangat terorganisir karena dalam waktu singkat telah berhasil mengakses dan menguras dana di aplikasi keuangan. Berlin berharap pelaku segera menyerahkan diri sebelum identitas lengkap mereka disebarluaskan.

"Jadi memang orang ini yang ambil HP-ku itu udah niat ambil HP-ku dan langsung kabur," lanjut Berlin, Korban.

Saat ini, Polsek Cempaka Putih terus berupaya melacak keberadaan YH dan N berdasarkan bukti rekaman CCTV dan titik koordinat terakhir ponsel korban. Berlin menegaskan bahwa akumulasi kerugian terdiri dari nilai fisik ponsel dan saldo digital.

"Intinya, isi m-banking aku dan e-wallet aku lenyap sekitar Rp 7,5 juta, dengan nilai HP-nya sekitar Rp 17,5 juta. Jadi total kerugian aku sekitar Rp 25 juta," kata Berlin, Korban.

Artikel terkait

Rekomendasi