Aparat kepolisian tengah memburu pengemudi mobil Pajero Sport yang diduga melakukan aksi tabrak lari terhadap seorang pedagang gerobak di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 06.57 WIB. Insiden yang terekam kamera pengawas tersebut memperlihatkan pelaku langsung memacu kendaraannya menuju Tol Becakayu setelah kejadian.
Dilansir dari Detik Oto, kecelakaan bermula saat pedagang tersebut sedang menyeberang jalan sambil membawa gerobaknya. Mobil Pajero Sport yang melaju kencang menghantam korban hingga terpental, namun pengemudi kendaraan roda empat itu tidak menghentikan lajunya untuk memberikan pertolongan.
Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Darwis Yunarta mengonfirmasi bahwa identitas pelaku sedang dalam penelusuran. Pihak kepolisian juga telah memantau kondisi korban yang saat ini mendapatkan perawatan medis intensif.
"Korban saat ini sedang dirawat di RS Polri. Sedang kita upayakan cari pelaku," kata Darwis, Minggu (3/5/2026).
Kepolisian memberikan peringatan keras kepada pengemudi mobil tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Darwis menegaskan agar pihak terkait kooperatif dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan.
"Mengimbau agar pelaku menyerahkan diri," ucap Darwis.
Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana turut memberikan analisis terkait kecelakaan yang viral di media sosial tersebut. Ia menilai adanya indikasi kelalaian besar dari sisi pengemudi saat insiden terjadi.
"Kalau melihat berdasarkan video, pengemudi Pajero jelas nggak fokus. Ngerem mendadak dan nggak ngurangin kecepatan, mungkin karena sambil main HP, operate MID atau ngantuk," kata Sony kepada detikOto, Minggu (3/5/2026).
Sony menekankan pentingnya kewaspadaan penuh bagi setiap pengendara karena dinamika di jalan raya dapat berubah dalam hitungan detik. Menurutnya, kemampuan bereaksi saja tidak cukup tanpa didukung oleh perilaku berkendara yang aman.
"Dalam berkendara jika hanya mengandalkan reaksi pengemudi kemungkinan menghindari bahaya sangat kecil, sehingga pengemudi harus mengombinasikan dengan teknik defensive/proaktif dengan cara jaga kecepatan, jaga jarak dan fokus dalam berkendara," kata Sony.
Selain faktor teknis berkendara, Sony menyesalkan sikap pengemudi yang memilih untuk melarikan diri dari tanggung jawab moral dan hukum. Ia mengingatkan bahwa teknologi pengawasan saat ini membuat pelaku kejahatan lalu lintas semakin sulit bersembunyi.
"Sebaiknya segala suatu yang berhubungan dengan kecelakaan dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain harus disikapi dengan tanggung jawab, melihat kondisi korban dan menolongnya serta melaporkan kepada pihak polisi. Melarikan diri saat ini sudah sulit karena CCTV di mana-mana, semua kejadian rata-rata sudah terekam," ujar Sony.