Petugas imigrasi menggagalkan keberangkatan 13 calon jemaah haji asal Indonesia yang diduga menggunakan jalur nonprosedural di Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Jumat (22/5/2026).
Pengungkapan kasus ini terjadi ketika petugas mencurigai rombongan yang hendak terbang menuju Kuala Lumpur, Malaysia, karena tidak bisa menjelaskan tujuan perjalanan dengan konsisten, seperti dilansir dari Cahaya.
Para calon jemaah tersebut diduga hendak menuju Arab Saudi menggunakan skema haji Dakhili, yaitu program haji khusus kuota domestik Arab Saudi bagi pemegang izin tinggal atau iqama.
Penyelidikan lanjutan oleh Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai bersama imigrasi mendapati kejanggalan dokumen dan rencana perjalanan melalui grup WhatsApp bernama "Hebat Haji 2026" di ponsel salah satu penumpang.
Berdasarkan pemeriksaan, para warga yang berasal dari Banyuwangi, Sidoarjo, Denpasar, Kulonprogo, dan Makassar ini mengaku membayar biaya Rp250 juta hingga Rp300 juta per orang kepada pihak penyelenggara nonresmi.
Petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 13 paspor Republik Indonesia, dua bukti pemesanan tiket Malaysia Airlines, serta 12 dokumen foto iqama Arab Saudi.
Aparat kepolisian langsung mendatangi area keberangkatan internasional setelah menerima laporan untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap rombongan tersebut.
"Petugas melakukan pencegahan keberangkatan dan pendalaman terhadap 13 orang calon jemaah haji yang diduga akan melaksanakan ibadah haji secara nonprosedural," ujar AKP R. Ritonga, Kasat Reskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Seluruh calon jemaah haji tersebut kini telah dipulangkan secara mandiri ke daerah asal masing-masing oleh pihak berwenang.
"Terhadap pihak yang diduga sebagai penyelenggara maupun pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran oleh petugas," ujar Ipda I Gede Suka Artana, Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran paket haji nonprosedural yang menjanjikan keberangkatan cepat tanpa antre.