Kapolsek Menteng Komisaris Polisi Braiel Arnold Rondonuwu menginstruksikan pihak hotel di sepanjang jalur Sudirman-Thamrin untuk memfasilitasi penjemputan transportasi daring di area lobi pada Jumat (15/5/2026). Langkah preventif ini diambil guna melindungi tamu, khususnya wisatawan mancanegara, dari ancaman kejahatan jalanan.
Kebijakan tersebut merupakan respons langsung terhadap insiden penjambretan yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Italia di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat. Dilansir dari Megapolitan, kepolisian berupaya meminimalisir risiko bagi pengguna jasa transportasi yang menunggu di trotoar.
Braiel Arnold Rondonuwu menyatakan akan melakukan koordinasi intensif dengan jajaran manajemen perhotelan. Upaya ini bertujuan agar para tamu tidak perlu lagi berdiri di pinggir jalan saat menanti jemputan kendaraan.
"Kami akan koordinasi dengan manajemen hotel untuk bagaimana supaya transportasi online baik roda dua atau empat bisa diakomodir menjemput tamu di lobi hotel," ujar Braiel, Jumat (15/5/2026), dikutip dalam tayangan Kompas TV.
Penyediaan fasilitas internal hotel ini dinilai krusial untuk memastikan keselamatan publik. Pengaturan titik jemput di dalam area hotel diharapkan dapat menutup celah bagi pelaku kriminal untuk mengincar korban yang sedang lengah.
"Supaya warga Indonesia maupun asing yang butuh layanan transportasi online ini tidak menunggu di pinggir jalan," kata Braiel.
Meskipun terdapat kejadian penjambretan yang viral tersebut, pihak kepolisian memberikan jaminan mengenai stabilitas keamanan di wilayah Jakarta Pusat secara menyeluruh. Pengawasan tetap diperketat untuk menjaga ketertiban umum.
"Secara umum situasi keamanan dalam kondisi aman," ujar Braiel.
Kronologi penjambretan di depan HI Kempinski melibatkan seorang WNA Italia yang kehilangan ponselnya saat menanti taksi daring. Berdasarkan rekaman kamera dasbor kendaraan yang beredar di media sosial, pelaku yang mengendarai sepeda motor matik merah langsung merampas ponsel korban.
"Pada saat korban menunggu taksi online di pinggir jalan, tiba-tiba didatangi pengendara motor dan langsung merampas," ujar Braiel.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi pelaku. Keterangan korban serta bukti-bukti di sekitar lokasi kejadian menjadi fokus utama pencarian tim penyidik Polsek Menteng.
"Terhadap korban yang merupakan WN Italia ini segera kita mintai keterangan. Dan kami berupaya mencari petunjuk di seputar TKP untuk mengungkap pelaku," kata Braiel.
Selain pengejaran pelaku, polisi juga menyelidiki pola kejahatan ini guna mengetahui apakah ada keterkaitan dengan kasus serupa yang menimpa WNA asal Jerman di Sawah Besar. Hingga saat ini, belum ada bukti kuat mengenai keterlibatan jaringan yang sama dalam kedua aksi tersebut.
"Terkait apakah pelaku di Sawah Besar atau di Menteng ini sama apakah satu jaringan, kami belum menemukan fakta," ujar Braiel.