Polisi Kejar Pelaku Penusukan Petugas PPSU di Jatinegara

Polisi Kejar Pelaku Penusukan Petugas PPSU di Jatinegara

Aparat Kepolisian Sektor Jatinegara tengah memburu pelaku pemukulan dan penusukan terhadap seorang anggota Penanganan Prasarana dan Sarana Umum Kelurahan Bidara Cina bernama Endri (52). Insiden penganiayaan tersebut terjadi di area Kantor Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis (14/5/2026) pukul 05.00 WIB, seperti dilansir dari Megapolitan.

Kondisi korban saat ini dilaporkan sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami luka tusuk di paha kanan serta lebam di bagian bibir. Korban juga sedang mengambil cuti kerja selama lima hari untuk menjalani perawatan medis.

“PPSU korban penusukan kebetulan sedang ambil cuti 5 hari, sekalian menjalani perawatan. Barusan saya bertemu di kelurahan kondisi sehat, (yang bersangkutan ke ATM),” ucap Suhartono, Lurah Bidara Cina saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (18/5/2026).

Pihak kelurahan memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban selama masa perawatan ini tidak membebani yang bersangkutan secara pribadi.

“Untuk Hari sedang kontrol di puskesmas Bidara Cina 3, pengobatan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Suhartono.

Sementara itu, pihak kepolisian telah bergerak untuk melacak keberadaan pelaku penusukan. Berdasarkan keterangan awal, pelaku diketahui bukan merupakan warga menetap di lokasi tempat kejadian perkara.

“Masih kita cari info keberadaan pelaku, karena menurut orangtua (pelaku) tidak tinggal di Bidara Cina dan orang tua tidak tahu di mana dia tinggalnya,” jelas AKP Eko Bayu, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Jatinegara.

Pihak penyidik juga mengungkap latar belakang keberadaan pelaku di lokasi tersebut serta kondisi psikologisnya saat menyerang korban.

“Kadang-kadang datang ke Bidara Cina untuk nongkrong dengan teman-temannya, Saat kejadian terduga pelaku dalam keadaan di bawah pengaruh minuman keras,” ungkap Eko Bayu.

Kejadian bermula ketika Endri baru saja menyelesaikan tugasnya menyapu Jalan Otista Raya dan berniat masuk ke kantor kelurahan untuk melakukan absensi. Korban kemudian menegur seorang pemuda yang masuk ke area aula kelurahan yang baru saja dibersihkan.

“Saya ngobrol dengan teman yang sedang piket. Ada anak masuk (ke kantor kelurahan), saya tegur, 'tolong sandalnya dicopot'. Di aula kan baru dipel, kasihan orang yang kerja jadi kotor lagi,” kata Endri saat ditemui di rumahnya wilayah Bidara Cina, Jumat (15/5/2026).

Teguran tersebut memicu emosi pelaku yang langsung melakukan tindakan kekerasan secara fisik secara bertubi-tubi kepada korban.

“Saya sudah minta maaf, tapi dia tetap memukul saya. Satu kali, dua kali sampai saya jatuh di depan ATM DKI yang ada di kelurahan. Setelah itu dia menusuk saya. Saya hanya diam. Darah keluar banyak,” ungkap Endri.

Artikel terkait

Rekomendasi