Polisi Pastikan Pembacokan Pelajar di Grogol Bukan Aksi Begal

Polisi Pastikan Pembacokan Pelajar di Grogol Bukan Aksi Begal

Aksi pembacokan terhadap seorang pelajar berinisial A di Jalan Satria, kawasan Stasiun Grogol, Jakarta Barat, pada Kamis (7/5/2026) malam dipastikan bukan merupakan tindakan pembegalan. Penyerangan tersebut murni dipicu oleh konflik antarkelompok pelajar berdasarkan hasil penyelidikan saksi dan korban oleh kepolisian.

Kepolisian Sektor (Polsek) Grogol Petamburan meluruskan kabar yang sempat viral di media sosial mengenai status peristiwa tersebut. Dilansir dari Megapolitan, pihak berwenang menegaskan bahwa kejadian itu adalah bentuk pertikaian antarwarga sekolah yang saling serang di lokasi kejadian.

"Jadi kejadian ini ada konflik antara dua kelompok pelajar yang menyebabkan terjadinya penyerangan di Jalan Satria. Jadi kami di sini mau meluruskan itu bukan kejadian begal, ya. Jadi itu tadi, ada dua kelompok pelajar yang bertikai," ujar Reza, Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan.

Kronologi bermula saat korban bersama rekan-rekannya sedang berkumpul di sekitar Terminal Grogol. Secara tiba-tiba, sekelompok orang datang membawa senjata tajam dan langsung melakukan pengejaran hingga ke area depan Stasiun Grogol saat kelompok korban mencoba melarikan diri.

"Jadi pada saat mereka berkumpul, titik kumpul mereka di sana (Terminal Grogol), dilihat ada sekelompok orang yang mau menyerang. Akhirnya mereka lari, mereka kabur membubarkan diri tapi ada yang tetap dikejar sama kelompok ini. Akhirnya terjadilah penyerangan itu di depan Stasiun Grogol," tutur Reza.

Terkait sepeda motor Honda ADV milik korban yang sempat dinyatakan hilang, petugas berhasil menemukannya di sebuah gang di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Kendaraan tersebut ditinggalkan oleh pelaku tanpa identitas setelah aksi penyerangan berlangsung.

"Sementara yang kita dapat ini barang bukti motornya juga ini pada saat itu tidak dalam penguasaan si mungkin orang yang mengambil. Jadi kita temukan motornya juga ditinggalkan begitu saja di gang, dipinggirkan di daerah Tambora," kata Reza.

Penyelidikan melalui rekaman CCTV di lokasi penemuan motor belum membuahkan hasil mengenai identitas pihak yang membuang kendaraan tersebut. Polisi hingga kini masih mendalami apakah motor diambil oleh kelompok penyerang atau pihak lain di tengah situasi kekacauan.

"Ini yang masih kita dalami, jadi kita belum bisa memastikan apakah dari kelompok yang menyerang ini yang mengambil motornya ataupun ada orang lain. Karena CCTV di tempat kejadian pun tidak terlihat motor itu diambil sama kelompok ini. Pada saat itu di lokasi kejadian tidak ada CCTV yang memantau," ucap Reza.

Kasus ini akhirnya diselesaikan melalui jalur kekeluargaan setelah pihak-pihak yang terlibat sepakat untuk berdamai. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pendalaman terkait kepemilikan senjata tajam yang digunakan oleh para pelaku dalam insiden tersebut.

"Kita juga sudah minta keterangan para saksi dan korban dan pihak-pihak yang terkait, mereka mengambil jalur damai untuk kejadian ini," tutur Reza.

Korban A saat ini masih menjalani masa pemulihan di Rumah Sakit Sumber Waras setelah mendapatkan luka bacok. Polisi mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak agar tidak terlibat dalam kegiatan nongkrong yang berisiko negatif.

"Silakan disampaikan kepada anak-anaknya kalau memang sudah tidak ada kepentingan lagi di luar atau tidak ada kegiatan-kegiatan lain, lebih baik anak-anaknya di rumah saja, jangan nongkrong-nongkrong yang tidak bermanfaat dan malah berujung ke hal negatif," tutup Reza.

Artikel terkait

Rekomendasi