Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengonfirmasi bahwa penyebab kematian Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia, Haerul Saleh, murni disebabkan oleh musibah kebakaran di kediamannya kawasan Jagakarsa pada Senin (11/5/2026).
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan tidak adanya faktor lain di luar insiden kebakaran tersebut sebagai penyebab fatalitas. Tim INAFIS dan Puslabfor Mabes Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendalami pemicu munculnya api.
"Bahwa benar penyebab korban meninggal dunia karena kebakaran dan bukan karena sebab lain," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dalam proses pemeriksaan lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diindikasi kuat sebagai sumber awal api. Barang-barang tersebut kini berada di laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut secara teknis oleh para ahli.
"Saat ini barang temuan dibawa Puslabfor untuk dilakukan pemeriksaan dan tentunya kita masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor," kata Joko.
Pihak kepolisian belum merinci detail mengenai identitas barang temuan tersebut. Joko hanya memberikan keterangan awal bahwa barang yang dibawa oleh tim laboratorium forensik memiliki bentuk berupa cairan.
Selain mengenai barang bukti, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai kondisi fisik korban sebelum hasil medis resmi keluar. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas dugaan sesak napas yang dialami korban.
"Terjadi kebakaran rumah yang mengakibatkan adanya satu korban jiwa. Dan dari kejadian ini, korbannya satu orang, inisial Bapak HS," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Insiden maut ini terjadi di rumah yang beralamat di Jalan Teratai VI No 07, RT03/RW02, Tanjung Barat. Korban dilaporkan sedang berada di ruang kerjanya yang terletak di lantai empat bangunan saat api mulai melahap properti tersebut.
"Nanti kita akan lakukan penyelidikan, dan saat ini kami sedang menunggu tim identifikasi dan tim Labfor dari Mabes Polri," ucap dia.