Pihak kepolisian memastikan isu kemunculan teror pocong keliling hingga pocong bergolok yang menghebohkan warga Tangerang Raya dan Jakarta Barat beberapa hari terakhir merupakan kabar bohong setelah melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi.
Kabar tersebut awalnya beredar di media sosial dan menyebutkan bahwa aksi pocong jadi-jadian di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, merupakan modus operandi kriminal untuk merampok rumah warga. Menanggapi keresahan masyarakat, Kepolisian Resor Kota Tangerang langsung bergerak melakukan pengecekan ke lokasi yang dimaksud.
"Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya," kata Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Selasa (19/5).
Petugas kepolisian kemudian menyisir area yang dilaporkan menjadi tempat kemunculan sosok tersebut di Kecamatan Rajeg, namun tidak menemukan bukti apa pun di lapangan.
"Ya, sampai saat ini belum ditemukan. Kami masih melakukan pendalaman karena belum ada laporan resmi yang masuk atau disampaikan kepada pihak kepolisian terkait kejadian tersebut," ujar Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Sandro Tree Bahara, Rabu (20/5).
Pihak Humas Polresta Tangerang menegaskan bahwa informasi tersebut sejauh ini baru sebatas unggahan di media sosial tanpa bukti yang valid.
"Makanya masih kami dalami," katanya.
Sementara itu, isu serupa mengenai pocong keliling juga merebak di kawasan Jalan Haji Gadung Raya dan dekat Kompleks Pertamina, Ciputat Timur, Tangerang Selatan melalui sebuah utas di media sosial. Polsek Ciputat Timur yang menerima laporan langsung menerjunkan personel untuk menemui warga sekitar.
"Kami sudah turun dan menemui beberapa masyarakat di sekitar lokasi, isu pocong itu tidak ada," kata Bambang, saat dihubungi detikcom, Kamis (21/5).
Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, sosok berkain putih yang meresahkan warga tersebut sebenarnya merupakan pengamen jalanan yang menggunakan kostum tiruan.
"Jadi tidak ada pocong, yang ada adalah pengamen yang cosplay jadi pocong," katanya.
Kapolsek Ciputat Timur menyatakan akan memanggil pemilik akun media sosial yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut guna meminta klarifikasi lebih lanjut.
"Cek dulu kebenarannya sebelum menyebar isu," tuturnya.
Seorang pemilik warung kelontong bernama Nur mengonfirmasi keberadaan pengamen berkostum tersebut yang sempat mampir untuk membeli minuman di tempat usahanya.
"Iya, ada dua orang. (Mereka) nggak ngapa-ngapain, cuma beli minuman," kata Nur dalam video yang dibagikan Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq.
Nur menjelaskan bahwa para pengamen kostum tersebut sudah beberapa kali datang saat malam hari hanya untuk beristirahat tanpa mengganggu warga.
"Mereka cuma nongkrong aja di situ (samping warung, red). Istirahat saja di situ, iya (pakai kostum) pocong. Cuma beli minuman aja, nggak ngapa-ngapain," jelasnya.
Menurut penuturan Nur, para pengamen tersebut biasanya datang berkelompok dan sudah terlihat di area tersebut sejak beberapa hari sebelumnya.
"Sudah tiga kali ke sini, terakhir malam apa saya lupa, ada sekitar 3 hari yang lalu," ungkap Nur.
Seorang pedagang di Kompleks Pertamina bernama Sani juga memberikan kesaksian serupa mengenai keberadaan sekelompok pengamen jalanan berkostum tersebut.
"Saya pernah melihat pengamen yang menggunakan kostum pocong sekitar 2-4 orang," kata Sani.
Selain isu pocong keliling, Polsek Ciputat Timur menerima laporan melalui saluran siaga pada Kamis (21/5) sekitar pukul 21.00 WIB mengenai adanya pocong membawa senjata tajam di lapangan sepak bola Jalan Cempaka Raya, Rengas.
"Ada seseorang lapor ke hotline, katanya dia menerima informasi dari temannya bahwa 'pocong' lagi beredar di lapangan bola Jalan Cempaka Raya, Rengas, Kecamatan Ciputat Timur," kata Bambang, dalam keterangannya, Jumat (22/5).
Laporan dari masyarakat tersebut mengklaim adanya korban luka bacat akibat tindakan kriminal dari oknum berkostum tersebut.
"Laporannya itu dia menyampaikan info katanya dari temannya, bahwa 'pocong' itu modus begal, sudah ada kena bacok walau hanya goresan saja. Itu dia juga katanya temannya, bukan dia sendiri yang mengalami," jelasnya.
Petugas kepolisian langsung melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara dan menanyai masyarakat sekitar, namun hasilnya nihil.
"Sudah dicek ke TKP nihil, warga sekitar juga kita tanyai tidak ada yang melihat 'pocong'," kata Bambang.
Ketika pihak kepolisian mencoba menghubungi kembali pelapor untuk meminta keterangan lebih detail, saluran telepon yang bersangkutan sudah terputus.
"Nomornya sudah tidak aktif," tuturnya.
Kapolsek Ciputat Timur mengimbau agar seluruh masyarakat lebih bijak dan berhati-hati dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial agar tidak memicu kegaduhan.
"Jangan menyebar hoax untuk membuat resah masyarakat dan masyarakat juga kami imbau untuk tidak langsung percaya informasi di media sosial. Check dan recheck kembali faktanya," pungkasnya.
Isu kemunculan pocong sebagai modus kejahatan juga dilaporkan terjadi di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, setelah sebuah foto penampakan di depan rumah warga beredar luas. Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai kerugian warga dan saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kebenaran kabar tersebut.