Pihak kepolisian memeriksa selebgram dan Youtuber berinisial ZNM, RV, serta AM atas dugaan penyalahgunaan nitrous oxide (N₂O) atau gas tertawa merek Whip Pink di Jakarta.
Dilansir dari Medcom, kasus pemakaian Whip Pink ini kembali mencuat setelah zat tersebut disalahgunakan sebagai sarana mencari sensasi euforia sesaat oleh kalangan muda.
Penyalahgunaan ini tercatat telah merenggut nyawa seorang influencer wanita pada awal tahun 2026 akibat efek mematikan dari penggunaan luar izin tersebut.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam laman resminya menegaskan bahwa Whip Pink hanya berfungsi sebagai tabung gas pendukung dalam proses pembuatan krim kocok.
Gas tersebut digunakan sebagai pendorong atau propelan aerosol dalam dispenser whipped cream, pembentukan busa, serta stabilizer tekstur, bukan untuk dikonsumsi langsung.
Di Indonesia, N₂O adalah bahan tambahan pangan yang diizinkan BPOM untuk keperluan tertentu dan digunakan secara terbatas dalam dunia medis di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Namun, penggunaan N₂O dengan cara dihirup langsung secara berulang atau dalam dosis tinggi untuk rekreasi dapat menekan aktivitas sistem saraf pusat dan menghambat transmisi sinyal saraf.
Dampak buruk dari menghirup gas ini meliputi kekurangan oksigen pada otak atau hipoksia berulang yang berisiko memicu kerusakan fungsi otak permanen, penurunan kesadaran, hingga henti napas.
Penyalahgunaan zat ini juga memicu kerusakan saraf tepi atau neuropati perifer yang menyebabkan kesemutan, mati rasa pada tangan atau kaki, kelemahan otot, nyeri saraf, dan gangguan keseimbangan.
Kepolisian menyatakan bahwa Youtuber AM yang berusia 29 tahun sempat mengalami kelumpuhan temporer akibat mengonsumsi gas pendorong krim tersebut.
Gas tertawa ini memicu kelumpuhan sebagian hingga total karena menghambat penyerapan vitamin B12 yang merusak lapisan mielin penghantar sinyal dari otak ke seluruh tubuh.
Whip Pink juga memiliki efek ketergantungan karena sensasi senang yang dihasilkan berlangsung sangat singkat, sehingga pengguna cenderung menghirupnya berulang kali hingga berisiko fatal.