Unit Korban Khusus Kepolisian Rochester menyelidiki kematian seorang balita laki-laki berusia dua tahun bernama Isaiah setelah ditemukan tidak responsif di sebuah rumah di Dewey Avenue pada 10 Mei.
Dilansir dari yahoo.com, Kapten RPD Greg Bello menjelaskan bahwa petugas segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai kondisi anak tersebut. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia pada minggu berikutnya setelah menjalani perawatan medis.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan ini merupakan prosedur standar untuk setiap kematian anak yang terjadi di luar lingkungan rumah sakit. Kepolisian belum bisa memberikan informasi lebih lanjut demi menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan, dan meminta siapa pun yang memiliki informasi untuk menghubungi 911.
Mantan orang tua asuh korban, Delesha Shields, mengungkapkan rasa duka yang mendalam setelah menerima kabar kematian balita yang pernah dirawatnya tersebut. Shields menjelaskan bahwa Isaiah meninggal di Strong Memorial Hospital setelah dipasang alat bantu hidup selama satu minggu.
"Every time I walk up to the steps, I just cry," kata Delesha Shields.
Shields menceritakan bahwa keluarganya memberikan kasih sayang penuh sejak hari kedua kelahiran Isaiah hingga sang balita berusia sembilan bulan, sebelum hak asuh beralih ke anggota keluarga lain. Masa-masa setelah kepergian Isaiah dirasakan sangat berat oleh seluruh anggota keluarganya.
"This is something unimaginable," ujar Delesha Shields.
Menurut Shields, Isaiah adalah bayi yang tenang, tidak rewel, dan disayangi oleh semua orang di sekitarnya. Balita tersebut juga memiliki hubungan yang sangat dekat dengan salah satu anaknya.
"From the moment he came in, it was nothing but love," tutur Delesha Shields.
Keluarga besar dan kerabat dekat kemudian mengadakan acara pelepasan balon untuk mengenang dan memberikan penghormatan terakhir kepada Isaiah. Acara tersebut dihiasi balon berwarna biru dan putih di sudut LaGrange Avenue dan Ridgeway Avenue.
"He really wasn't a fussy baby. He was a really good baby," ucap Delesha Shields.
Kerabat korban lainnya, Yahniya Gillespie, menyatakan bahwa ibunya sempat memegang hak asuh atas Isaiah selama sembilan bulan pertama kehidupan balita tersebut. Gillespie menegaskan pentingnya memberikan penghormatan yang layak bagi Isaiah yang hidupnya berakhir secara mendadak.
"He had a real bond with his uncle, which is Uncle Zion," ungkap Delesha Shields.
Gillespie menambahkan bahwa semua orang yang mengenal Isaiah pasti menyayangi balita tersebut. Acara pelepasan balon ini diharapkan dapat menjadi bentuk dukungan penuh dari lingkungan sekitar bagi mendiang.
"As my son came in the door, he's straight to him," sebut Delesha Shields.
Melalui laporan whec.com dan 13wham.com, pihak keluarga menyatakan bahwa kematian anak di usia yang sangat muda tidak dapat diterima. Proses penyelidikan resmi oleh Kepolisian Rochester hingga kini masih terus berlangsung.
"We’re out here because we want to celebrate. I think that it’s important to celebrate anybody’s death, especially if it was in a drastic way or just an unexpected way," kata Yahniya Gillespie.