Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Pria Hingga Tewas di Pasar Grogol

Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Pria Hingga Tewas di Pasar Grogol

Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan pengeroyokan pria berinisial DM (28) di sebuah tempat biliar kawasan Pasar Grogol yang terjadi pada Minggu (10/5/2026) dini hari. Korban dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (14/5/2026) setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat luka berat di bagian kepala.

Penyelidikan saat ini difokuskan pada kronologi kekerasan yang menyebabkan korban terjatuh dari lantai dua bangunan tersebut. Dilansir dari Megapolitan, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti pendukung guna mengungkap identitas para pelaku.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa personelnya tengah mendalami informasi terkait jatuhnya korban dari ketinggian. Penelusuran dilakukan melalui pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian serta analisis rekaman digital dari area sekitar.

“Benar telah terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan di kawasan Weston atau Pasar Grogol. Terkait informasi yang menyebutkan korban dilempar dari lantai 2, hal tersebut masih dalam proses penyelidikan,” jelas Budi Hermanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya.

Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden maut ini dipicu oleh pertikaian antarindividu yang memanas. Situasi yang tidak terkendali menyebabkan keributan meluas hingga ke area atas tempat biliar tersebut sebelum korban ditemukan tidak berdaya di lantai dasar.

“Peristiwa bermula dari adanya keributan di lokasi yang kemudian berlanjut hingga ke lantai 2 Pasar Grogol. Korban diduga dikeroyok oleh beberapa orang, lalu terjatuh ke lantai dasar dan tidak sadarkan diri,” jelas Budi Hermanto.

Keluarga korban mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat DM sedang menghabiskan waktu bersama kekasihnya pada Sabtu (9/5/2026). Perselisihan dilaporkan terjadi antara kekasih korban dengan pengunjung wanita lain di lokasi tersebut sebelum akhirnya DM turut terseret dalam konflik.

“Nah dia tuh ngebelain atau misahin gitu, terus udah tiba-tiba dia digebukin, dikeroyok sama lebih dari 15 orang,” kata Mita, Kakak Korban.

Pihak keluarga menduga ada unsur kesengajaan dalam jatuhnya korban dari lantai dua berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi. DM disebut tetap menerima kekerasan fisik meskipun kondisinya sudah terjatuh dan tidak berdaya di lantai dasar.

“Udah digebukin di atas kayak gitu-gitu, terus didorong dari lantai dua. Udah didorong lagi di lantai dua nih, udah jatuh ke bawah masih diinjek-injek juga,” ungkap Mita.

DM sempat dilarikan ke RS Tarakan karena mengalami pendarahan hebat di kepala serta luka memar di berbagai bagian tubuh. Polisi kini telah mengamankan rekaman kamera CCTV untuk mengidentifikasi kelompok yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi