Aksi tawuran antarkelompok pemuda bersenjata tajam pecah di Jalan Bandengan Utara, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (15/5/2026) dini hari. Insiden yang sempat terekam kamera pengawas tersebut melibatkan kejar-kejaran sepeda motor hingga berujung pada pembacokan dan perampasan kendaraan.
Rentetan peristiwa kekerasan jalanan ini melibatkan rombongan sekitar 11 orang yang mengendarai lima sepeda motor, sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Akibat kepanikan saat dikejar, kendaraan jenis sepeda motor putih milik kelompok korban menabrak tiang listrik dan tong sampah hingga hancur.
Petugas keamanan setempat, Wawan menyampaikan bahwa aksi kejar-kejaran tersebut diduga sudah dimulai sejak dari arah Jalan Jembatan Tiga Raya, Penjaringan, Jakarta Utara.
“Pas itu saling uber-uberan sampai ke sini. Pas sampai samping kejadiannya pas motor ketabrak tiang listrik, terus kena tong sampah sampai hancur,” ungkap Wawan, petugas keamanan.
Setelah para korban terjatuh, kelompok penyerang langsung mengepung dan mengayunkan senjata tajam jenis celurit berbagai ukuran hingga melukai dua orang pemuda pada bagian pinggang.
“Ada, ada yang kena juga (bacokan), cuma luka-luka ringan doang di bagian pinggang gitu. Yang kena dua orang yang luka,” jelas Wawan, petugas keamanan.
Kelompok penyerang kemudian membawa kabur sepeda motor putih milik korban yang tergeletak di pinggir jalan menuju arah Penjaringan. Wawan memastikan bahwa baik korban maupun pelaku bukan merupakan warga sekitar kawasan Tambora.
Pihak kepolisian segera merespons kejadian tersebut guna meluruskan dugaan awal masyarakat sekitar yang mengira insiden itu sebagai aksi pembegalan.
“Iya benar ada kejadiannya, tapi kemungkinan besar itu bukan begal, tapi tawuran, karena mereka kan ramai itu motor kejar-kejaran ya, terlihat di CCTV itu,” kata AKP Sudrajat Djumantara, Kanit Reskrim Polsek Tambora.
Indikasi bentrokan antarkelompok diperkuat oleh situasi lapangan yang menunjukkan belum adanya laporan resmi dari pihak korban terkait penganiayaan maupun kehilangan motor ke kantor polisi.
“Masih kita selidiki juga ini dari pihak-pihak mana yang melakukan tawuran ini karena meresahkan warga, akan diselidiki lebih lanjut,” tutur AKP Sudrajat Djumantara, Kanit Reskrim Polsek Tambora.
Kondisi di kawasan Pekojan ini memicu keluhan dari warga setempat karena wilayah Jalan Bandengan kerap dijadikan sebagai jalur pertemuan untuk area perkelahian kelompok luar daerah.
“Memang sebenarnya di daerah sini tuh udah pernah beberapa kali, di Jalan Bandengan itu mereka jadi jalurnya buat berantem. Yang satu datang dari kanan, yang satu dari kiri, pada ketemu di tengah gitu,” keluh Alfi, salah seorang warga.
Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi berharap agar aparat keamanan bersedia untuk meningkatkan intensitas pengamanan di waktu-waktu rawan.
“Maunya saya ya polisi kalau patroli harus sampai subuh gitu, jangan pas malam aja gitu biar kita juga enggak takut. Kan kadang tuh kita harus pergi atau pulang malam-malam ya, takut kita namanya sekarang lagi banyak orang jahat,” tutur Alfi, salah seorang warga.