Polisi Selidiki Tawuran Pemuda di Jalan Bandengan Utara Tambora

Polisi Selidiki Tawuran Pemuda di Jalan Bandengan Utara Tambora

Aksi tawuran antarkelompok pecah menjelang subuh di kawasan Jalan Bandengan Utara, Pekojan, Tambora, Jumat (15/5/2026) pagi, hingga mengakibatkan dua pemuda mengalami luka bacok dan sebuah sepeda motor dibawa kabur.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait peristiwa tersebut, yang dilaporkan melibatkan kelompok pemuda dari luar wilayah Tambora berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan rekaman kamera pemantau.

Penyelidikan awal mengenai bentrokan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak berwajib yang segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara setelah video keributan tersebut beredar luas, dilansir dari Megapolitan.

Kanit Reskrim Polsek Tambora, Sudrajat Djumantara, menyatakan bahwa dugaan sementara kepolisian mengarah kuat pada aksi tawuran antarkelompok dan bukan peristiwa pembegalan jalanan seperti yang sempat dikhawatirkan warga sekitar.

"Iya benar ada kejadiannya, tapi kemungkinan besar itu bukan begal, tapi tawuran, karena mereka kan ramai itu motor kejar-kejaran ya, terlihat di CCTV itu," kata Sudrajat Djumantara, Kanit Reskrim Polsek Tambora.

Dugaan tersebut diperkuat oleh fakta lapangan yang menunjukkan bahwa tidak ada laporan resmi dari masyarakat mengenai kasus pencurian dengan kekerasan pada waktu kejadian tersebut.

"Karena kalaupun dia misalnya korban begal, harusnya kan dia ada ngelapor bahwa motornya hilang, tapi ini enggak, enggak ada laporan sejauh ini," jelas Sudrajat Djumantara, Kanit Reskrim Polsek Tambora.

Aparat kepolisian juga membenarkan bahwa kendaraan roda dua milik salah satu pemuda yang terlibat sudah tidak ada lagi di lokasi kejadian saat pemeriksaan TKP dilakukan oleh petugas.

"Belum tahu ya (kondisi korban) karena enggak ada yang melapor ke kita, jadi masih kita dalami dulu. Masih kita selidiki juga ini dari pihak-pihak mana yang melakukan tawuran ini karena meresahkan warga, akan diselidiki lebih lanjut," kata Sudrajat Djumantara, Kanit Reskrim Polsek Tambora.

Wawan, seorang petugas keamanan setempat, memberikan kesaksian bahwa insiden gesekan antarpemuda tersebut berlangsung dalam waktu yang sangat singkat sehingga ia tidak mengamati seluruh kronologi secara utuh di lapangan.

"Kejadian itu yang saya lihat di video itu kayak sekelompok atau kata tawuran lah, bergerombolan mereka," kata Wawan, petugas keamanan setempat.

Wawan mengonfirmasi bahwa aksi kejar-kejaran antarkelompok motor itu sebenarnya sudah bergolak dari arah kawasan wilayah administratif lain sebelum akhirnya berujung di sekitar pos tempatnya berjaga.

"Pas itu saling uber-uberan sampai ke sini. Pas sampai samping kejadiannya pas motor ketabrak tiang listrik, terus kena tong sampah sampai hancur," ungkap Wawan, petugas keamanan setempat.

Setelah kendaraan menabrak tiang listrik hingga terjatuh, para korban langsung diserang secara membabi buta oleh kelompok lawan menggunakan senjata tajam.

"Ada, ada yang kena juga (bacokan), cuma luka-luka ringan doang di bagian pinggang gitu. Yang kena dua orang yang luka," tutur Wawan, petugas keamanan setempat.

Selain mengakibatkan korban luka, kelompok penyerang juga langsung melarikan sepeda motor milik korban yang tergeletak di tepi jalan.

"Bukan, itu orang luar semua itu, orang-orang warga jauhlah. Dari muka-mukanya enggak ada yang ngenalin, motornya juga. Ada, sempat motor diambil," ucap Wawan, petugas keamanan setempat.

Keresahan mengenai jalur rawan ini juga disampaikan oleh warga berinisial Alfi (41), yang awalnya mengira bahwa suara keributan menjelang subuh tersebut merupakan tindakan kriminalitas pembegalan.

"Tadinya kirain begal, kan sekarang lagi rawan ya, ternyata kayaknya kejar-kejaran dia mau pada kabur ke arah ujung sana. Kayaknya dari arah utara deh, Pluit sana mereka datangnya," kata Alfi, warga setempat.

Alfi memaparkan bahwa kawasan Jalan Bandengan Utara memang kerap dimanfaatkan sebagai jalur perlintasan sekaligus arena bentrokan oleh kelompok-kelompok pemuda luar daerah.

"Memang sebenarnya di daerah sini tuh udah pernah beberapa kali, di Jalan Bandengan itu mereka jadi jalurnya buat berantem. Yang satu datang dari kanan, yang satu dari kiri, pada ketemu di tengah gitu," ucap Alfi, warga setempat.

Warga berharap kepolisian mengintensifkan patroli pencegahan di titik rawan hingga pagi hari guna menjamin rasa aman masyarakat yang beraktivitas.

"Maunya saya ya polisi kalau patroli harus sampai subuh gitu, jangan pas malam aja gitu biar kita juga enggak takut. Kan kadang tuh kita harus pergi atau pulang malam-malam ya, takut kita," harap Alfi, warga setempat.

Artikel terkait

Rekomendasi