Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald A Sinaga, mengalami luka robek di pelipis akibat dikeroyok dua pria di kantor firma hukum MPP, Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026). Insiden tersebut bermula saat korban tengah mendampingi proses mediasi antara karyawan PT SKS dengan pihak kantor hukum tersebut.
Dilansir dari Megapolitan, Ronald sempat menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah kejadian, meski luka pada wajahnya belum sempat dijahit karena harus segera menjalani pemeriksaan kepolisian.
"Semalam tidak jahit di RSCM setelah visum karena langsung balik ke Polsek untuk pemeriksaan," ujar Ronald Sinaga, Waketum PSI.
Kondisi luka tersebut menyebabkan pendarahan yang cukup signifikan hingga merembes ke balutan kasa pelindung pada keesokan harinya.
"Semalam sebelum pulang kasa bersih. Pagi ini bangun kasa sudah merah semua. Ini mau ke RS lagi untuk jahit pelipis mata," tambahnya.
Kehadiran Ronald di lokasi kejadian bertujuan untuk membantu mediasi karena ia memiliki hubungan profesional sebelumnya dengan pimpinan kantor firma hukum MPP.
"Kenapa ajak saya? Karena pimpinan kantor hukum MPP ini adalah mantan partner saya tahun lalu. Dan saya diminta bantu mediasi," jelas Ronald.
Ketegangan mulai muncul sekitar pukul 18.00 WIB ketika tiga pria tidak dikenal mendatangi lokasi dan meminta seluruh massa aksi di dalam gedung untuk membubarkan diri ke luar area kantor.
"Mereka bilang mereka disitu sebagai pengamanan kantor dan meminta untuk semua keluar dari gedung. Kalau mau aksi di luar gedung saja," lanjutnya.
Sempat terjadi adu mulut antara kelompok pria tersebut dengan Ronald dan karyawan PT SKS sebelum akhirnya pihak kepolisian dari Polsek Menteng mengamankan situasi awal.
"Dipukul mundur maksudnya dikawal turun melalui lift, entah diusir atau dikawal sampai lobi gedung," kata Ronald.
Namun, suasana kembali memanas sekitar 15 menit kemudian saat ketiga pria tersebut kembali ke lantai 4 gedung dan memicu keributan baru yang berujung pada kekerasan fisik.
"Terjadilah pemukulan seperti di video, 2 orang yang mukul," tutur Ronald.
Korban menyesalkan tindakan anarkis tersebut tetap dilakukan oleh para pelaku meskipun di lokasi terdapat petugas keamanan dari kepolisian dan TNI.
"Di depan anggota Polsek Menteng dan Babinsa, mereka berani melakukan kekerasan," katanya.
Merespons peristiwa ini, Kapolsek Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memproses laporan resmi yang diajukan oleh pihak korban.
"Benar ada kejadian seperti di video. Pak Ronald sudah membuat laporan Polisi," ujar Braiel Arnold Rondonuwu, Kapolsek Menteng.
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan dua orang terduga pelaku yang terlibat langsung dalam aksi kekerasan tersebut untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk diproses lanjut," kata Braiel.