Subdit Jatanras Polda Metro Jaya menangkap pelaku penjambretan ponsel milik seorang warga negara asing (WNA) asal Italia berinisial CL di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (14/5/2026), sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"Sudah ditangkap Subdit Jatanras (Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan) Polda Metro," ujar Kapolsek Menteng AKBP Braiel Ardnold Rondonuwu saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat WhatsApp, Senin (18/5/2026).
Hingga berita ini ditulis Budi belum membalas pertanyaan yang sudah disampaikan.
Sebelumnya dilaporkan bahwa peristiwa penjambretan yang menimpa CL terjadi pada Kamis (15/4/2026) ketika korban sedang menunggu kendaraan daring di tepi jalan luar area trotoar depan HI Kempinski dekat air mancur Bundaran HI. Rekaman kamera mobil pengendara mengenai kejadian tersebut sempat viral di media sosial pada Jumat (15/5/2026), memperlihatkan pelaku yang mengendarai sepeda motor matik merah merampas ponsel korban hingga membuat korban jatuh tersungkur saat mengejarnya.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa dalam dua kasus penjambretan dengan korban WNA, pelaku menyasar korban yang lengah di pinggir jalan secara acak.
"Pelaku modusnya random terhadap korban yang terlihat lengah di pinggir jalan," kata Braiel Arnold Rondonuwu.
Polisi juga menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan sementara, aksi kejahatan ini tidak melibatkan jaringan kelompok tertentu.
"Keterkaitan antara pelaku sampai saat ini belum kita temukan modus komplotan pelaku jambret," tutur Braiel Arnold Rondonuwu.
Guna mengantisipasi kejadian serupa, Polsek Menteng mempercepat respons penanganan di tempat kejadian perkara serta melakukan langkah-langkah pencegahan bersama pihak keamanan setempat.
"Juga patroli di jam-jam dan titik rawan," tambah Braiel Arnold Rondonuwu.
Pada saat konfirmasi awal ketika video peristiwa tersebut mulai beredar luas, pihak kepolisian membenarkan adanya laporan kejadian dan telah memeriksa korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Kami masih berupaya untuk mengidentifikasi pelaku. Korban sudah kami minta keterangan," ujar Braiel Arnold Rondonuwu saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
Hingga saat ini, ponsel milik CL yang dirampas tersebut belum berhasil ditemukan kembali.
"Mohon dukungan semoga cepat terungkap," tambah Braiel Arnold Rondonuwu.